Rabu, 02 Januari 2019 01:30 WITA

Orang Terkaya di Dunia Masih Cuci Piring Sendiri

Editor: Fathul Khair Akmal
Orang Terkaya di Dunia Masih Cuci Piring Sendiri
Bill Gates, Foto: Getty Images

RAKYATKU.COM - Orang terkaya di dunia, Bill Gates dan Jeff Bezos terkenal dengan sosok yang cerdas. Gates diterima berkuliah di Universitas Harvard, sementara Bezos belajar teknik elektro di Universitas Princeton yang tidak kalah prestisius.

Uniknya, mereka yang diterima masih memilih mencuci piringnya sendiri di rumah. Sementara itu mempertimbangkan kegiatan seperti kegiatan biasa, dan ternyata mencuci piring memiliki manfaat bagi pikiran.

Menurut Business Insider, tindakan sederhana dapat menambah kreativitas seseorang, bahkan menambah kebahagiaan. Penelitian Florida State University menemukan enam waktu menggosok piring kotor. Mengembalikan 27 persen rasa gugup dan menambah inspirasi sebanyak 25 persen.

Pakar Terjemahan juga membahas tentang fokus pada tugas-tugas yang "dibaca" bisa membantu menenangkan pikiran. Efeknya, orang terkaya di dunia seperti Gates dan Bezos bisa menyantaikan pikiran mereka saat mencuci piring.

Bersih-bersih juga mendorong kreativitas. Pasalnya, tugas mengeluarkan seperti itu membuat seseorang jadi mengembara dan akhirnya muncul ide-ide menarik.

Ini membuktikan fakta yang mencari inspirasi dan pemikiran yang tidak perlu jalan-jalan. Banyak aktivitas di rumah yang dapat memberikan efek positif di pikiran.

Ambil contoh penelitian yang menjelaskan kenapa banyak ide muncul muncul sedang mandi mandi. Sama mengajak dengan kegiatan kecil lain seperti menyetir, mengajak anjing jalan-jalan, memandang jendela saat di pesawat, dan merapikan ruangan.

Dikutip dari merdeka.com, saat ini Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia versi Forbes. CEO Amazon, Jeff Bezos, menggeser Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 2018. Dia mendapat posisi itu karena nilai saham Amazon yang terus meroket.

Loading...

Ternyata, Jeff Bezos juga ditampilkan lebih kaya dari Santa Claus. Menurut Forbes, kekayaan real-time Bezos mencapai USD 114,9 atau Rp 1,672 triliun (menerima kurs USD 1 = Rp 14,552), sementara menurut taksiran GOBankingRates, kekayaan Santa hanya setengahnya. Bagaimana rinciannya?

Dilansir dari Yahoo! Keuangan, harta Santa mencapai USD 51,6 miliar (Rp 750,9 triliun) setelah mengecek nilai aset yang dimiliki Santa, mulai dari rusa terbang hingga pabrik hadiah.

Sembilan rusa magis yang menarik kereta salju (giring) Santa Claus masing-masing bernilai masing-masing USD 100 ribu (Rp 1,45 miliar), sementara harga Rudolph si hidung merah lebih mahal USD 50 ribu memiliki kemampuan menggunakan GPS. Untuk kereta saljunya juga relatif mahal, yakni USD 65 juta (Rp 945 miliar).

Ini belum termasuk lahan tempat tinggal para rusa yang ditaksir mencapai USD 11 juta (Rp 160 miliar). Rumah Santa di Kutub Utara terbilang sederhana. Harganya hanya USD 250 ribu (Rp 3,6 miliar).

Dalam urusan korporasi, Santa Terikat 5.000 pegawai di kutub utara. Pekerjaan yang tersedia untuk pembuat mainan, juru masak, pengurus rusa, atau tukang. Valuasi mega kompleks untuk para peri mencapai USD 530,5 juta (Rp 7,7 triliun).

Aset paling mahal Santa Claus adalah toko mainan miliknya. Ini wajar mengingat tugasnya mengirim mainan ke anak-anak di seluruh dunia. Nilai aset toko mainan ini ditaksir mencapai USD 50 miliar (Rp 727,6 triliun).

Loading...
Loading...