Selasa, 01 Januari 2019 00:57 WITA

Bos TV Iran Dipecat Setelah Tak Sengaja Siarkan Adegan Seks Jackie Chan

Editor: Aswad Syam
Bos TV Iran Dipecat Setelah Tak Sengaja Siarkan Adegan Seks Jackie Chan
Jackie Chan

RAKYATKU.COM, TEHERAN - Seorang bos TV di Iran, telah dipecat. Itu setelah secara tidak sengaja, membiarkan adegan seks Jackie Chan, lolos dari aturan sensor ketat Iran.

Bos regional penyiar IRIB, dipecat setelah adegan yang menunjukkan bintang seni bela diri itu, berhubungan seks dengan pelacur di salah satu filmnya yang ditayangkan. 

Pemirsa di Pulau Kish Iran, dikejutkan oleh klip yang jauh melampaui batas yang biasa di Iran, di mana pria dan wanita bahkan tidak diizinkan berjabat tangan di layar.

Ada tanggapan cepat setelah pemirsa memposting klip online, yang diduga berasal dari film Shinjuku Incident, lapor BBC.

"Klip adegan amoral dari sebuah film yang menampilkan Jackie Chan, telah beredar di media sosial, yang tampaknya diperlihatkan oleh Kish IRIB," lapor kantor berita semi-resmi ISNA.

"Adegan-adegan ini yang sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip IRIB, akhirnya mengarah pada pemecatan dan teguran beberapa karyawan IRIB di Kish," katanya, menambahkan ini termasuk direktur jenderal IRIB untuk Kish.

Loading...

Ada tanggapan marah dari beberapa orang Iran, yang menunjukkan bahwa tidak ada yang dipecat, karena kecelakaan bus fatal yang menewaskan 10 siswa di Universitas Azad Teheran minggu lalu.

Seorang pengguna Twitter menulis: "Bus-bus terbalik, pesawat jatuh, kapal tenggelam ... tidak ada yang diberhentikan ... Beberapa detik Jackie Chan bercinta dengan IRIB dan segera semua staf di bagian itu dipecat."

Presenter TV IRIB Reza Rashidpoor, ??bercanda di acara bincang-bincang paginya, bahwa kontroversi bisa dihindari jika IRIB memasukkan keterangan yang mengatakan, Chan menikah dengan aktris yang memerankan pelacur.

Dia merujuk pada sebuah program minggu lalu, di mana IRIB menambahkan keterangan yang mengatakan, bahwa pasangan yang berpegangan tangan di layar menikah dalam kehidupan nyata.

Loading...
Loading...