Senin, 31 Desember 2018 12:41 WITA

Majalah Terkenal Prancis Samakan Macron Dengan Adolf Hitler

Editor: Suriawati
Majalah Terkenal Prancis Samakan Macron Dengan Adolf Hitler
Via Telegraph

RAKYATKU.COM - Surat kabar paling terkenal Prancis terpaksa meminta maaf setelah menerbitkan gambar yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Adolf Hitler.

Media itu, Le Monde menampilkan foto Macron pada akhir pekan di bagian sampul majalan 'M'. Itu menunjukkan presiden Prancis tampak seperti diktator Nazi, sementara gambar kerumunan di Champs Elysee di Paris dipancarkan ke jaketnya.

Gambar itu menyebabkan kejutan dan kemarahan, sehingga direktur editorial Le Monde, Luc Bronner mengeluarakan permintaan maaf.

"Sampul majalah M Le Monde tanggal 29 Desember telah memicu reaksi kritis dari beberapa pembaca kami. Kami meminta maaf kepada mereka yang terkejut."

Bronner mengklaim bahwa gambar itu sebenarnya terinspirasi oleh 'konstruktivis Rusia' yang menyukai hitam dan merah (warna favorit Nazi) dan ilustrator Kanada Lincoln Agnew.

Tapi pembaca menuduh Le Monde menyamakan Macron dengan seorang diktator Jerman yang kejam. Apalagi, gambar itu muncuk ketika Prancis menghadapi ancaman keamanan termasuk gerakan protes Rompi Kuning.

Rompi Kuning telah memprotes Champs Elysee selama tujuh hari terakhir, memicu kerusuhan dan penodaan monumen nasional termasuk Arc de Triomphe, yang digambarkan dalam sampul Le Monde.

Pada gilirannya, Macron telah membanjiri ibukotanya dengan ribuan polisi, water canon, dan mobil lapis baja yang dilengkapi dengan senjata kimia seperti gas air mata.

Loading...

Nazi menduduki Paris antara tahun 1940 hingga 1944, dan berbaris naik turun di Champs Elysee hampir setiap hari dengan sebuah band militer.

Hitler sendiri mencintai ibu kota Prancis. Dia telah mengunjungi semua tempat wisata utama pada tahun 1940, dan memberikan penghormatan kepada Napoleon Bonaparte di makamnya di Les Invalides.

Banyak orang Prancis menyambut Nazi, membantu mereka dalam Holocaust Perang Dunia Kedua di mana sekitar 70.000 orang Yahudi dibunuh.

Macron, pemimpin partai Republik On The Move, memenangkan pemilihan presiden Prancis secara telak pada Mei 2017, tapi ia sekarang dijuluki 'Presiden Orang Kaya' oleh banyak orang.

Orang-orang juga memanggilnya 'Jupiter' karena gaya pemerintahannya yang diduga arogan - yang telah membuat sekutu dekat menteri mengundurkan diri.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan peringkat popularitasnya telah merosot ke angka 18 persen, sementara ia telah berjuang untuk mengatasi krisis Rompi Kuning.

Loading...
Loading...