Minggu, 30 Desember 2018 11:15 WITA

Tega Sekali, Begini Modus Pungli terhadap Korban Tsunami di Serang

Editor: Abu Asyraf
Tega Sekali, Begini Modus Pungli terhadap Korban Tsunami di Serang
Kerusakan akibat tsunami Selat Sunda.

RAKYATKU.COM - Di tengah duka akibat tsunami, masih ada juga orang yang tega mengambil keuntungan dengan jalan tak halal. Tiga orang di Serang, Banten ini contohnya.

Seorang di antaranya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di bagian forensik. Tidak tanggung-tanggung, mereka meminta uang jutaan rupiah kepada keluarga korban.

Ditreskrimsus Polda Banten telah menahan tiga tersangka kasus pungutan liar (Pungli) terhadap jenazah korban tsunami di RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Penahanan dilakukan setelah polisi memeriksa secara intensif ketiga tersangka. Dalam proses penyidikan, polisi menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka yang di dalamnya ada seorang ASN sebagai pelaku pungli.

"Kita lanjutkan dengan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan," kata Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli kepada wartawan di Mapolda Banten, Sabtu malam (29/12/2018).

Loading...

Dua alat bukti yang ditemukan polisi berupa uang tunai Rp15 juta dan beberapa kuitansi yang menjadi bukti bahwa ketiga tersangka melakukan pungli. Kasus itu masih terus dikembangkan oleh penyidik untuk mengungkap adanya kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Dadang mengatakan, oknum ASN yang jadi pelaku pungli merupakan staf forensik di RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. ASN itu yang memberikan kwitansi kepada keluarga korban dengan meminta sejumlah uang.

"Adapun ASN ini berada pada bagian forensik, kemudian kami sudah mengamankan uang tunai Rp 15 juta," kata dia seperti dikutip dari Detikcom.

Sementara, dua lainnya merupakan karyawan swasta dari sebuah CV yang sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Mereka bertiga melakukan kongkalikong untuk memungut biaya terhadap keluarga yang hendak mengambil jenazah korban tsunami.
 

Loading...
Loading...