Jumat, 28 Desember 2018 21:17 WITA

Pencucian Uang Abu Tours Jadi Kasus Terbesar Sepanjang 2018

Penulis: Himawan
Editor: Nur Hidayat Said
Pencucian Uang Abu Tours Jadi Kasus Terbesar Sepanjang 2018
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus penggelapan dan pencucian uang jemaah umrah PT Abu Tours menjadi kasus pidana terbesar dan menyita perhatian selama 2018. Pasalnya ada sebanyak Rp1,2 triliun dana jemaah yang digelapkan oleh pimpinan Abu Tours.

Direktur Utama PT Abu Tours Travel Muhammad Hamzah Mamba dianggap orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini. Ia pun ditahan polisi bersama istrinya Nursyariah Mansyur selaku komisaris, Chaeruddin yang juga bertindak sebagai komisaris, serta Muh Kasim selaku manajer keuangan Abu Tours. 

Pangkal penipuan yang dilakukan oleh Hamzah Mamba cs berasal dari promo umrah yang ditawarkan biro perjalanan umrahnya. Total, ada 86.720 jemaah yang tertipu dan terbengkalai keberangkatannya akibat penipuan ini. 

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, saat menjadi saksi ahli mengatakan dari kajian yang dilakukan timnya, biaya umrah per tahun 2017 minimal Rp17,5 juta. Jika melihat hal ini, jelas selama tahun 2012 hingga 2017 Abu Tours melanggar hal itu karena menerapkan biaya promo umrah sebesar Rp12 hingga Rp14 juta. 

"Kalau berdasarkan hitung-hitungan normal biaya umrah hingga tahun 2017 minimal Rp17,5 juta. Kalau berdasarkan peraturan menteri agama tahun 2018 itu di atas Rp20 juta," kata Kaswad saat menjadi saksi ahli. 

Hamzah Mamba pun berkilah. Menurutnya, pada tahun 2017 ia tak lagi menjual voucher umrah dengan harga promo. Itu setelah ia menemui Kaswad di Kemenag pada bulan Agustus 2017.

loading...

"Sejak saat itu saya tidak lagi menjual voucher umrah di bawah harga standar, dan saya bisa bsrangkatkan jemaah full hingga akhir tahun itu,"kata pria yang akrab disapa Abu Hamzah ini. 

Pernyataan Abu Hamzah diperkuat dengan keterangan pengacaranya, Hendro Saryanto. Menurutnya, apa yang dilakukan kliennya hanyalah masalah perjanjian keberangkatan yang dapat diselesaikan dengan sidang perdata. 

Hendro juga mengatakan bahwa jemaah yang belum mengalami keberangkatan itu adalah jemaah yang berangkat pada bulan Juni 2018 hingga tahun 2020.

"Jadi tidak tepat kalau pak Hamzah ini disebut menipu, jemaahnya saja belum ada jadwal pastinya," kata Hendro. 

Kini izin Abu Tours sudah dicabut Kemenag. Pengadilan Niaga Makassar juga sudah memutuskan pailit mantan perusahaan umrah terbesar yang setara dengan first travel ini. Oleh pengadilan niaga, Hamzah Mamba dituntut untuk mengembalikan dana jemaah yang berjumlah Rp1,2 triliun itu.

Loading...
Loading...