Rabu, 26 Desember 2018 21:48 WITA

Ombudsman Sulsel Terima 328 Pengaduan Selama 2018 

Penulis: Azwar Basir
Editor: Eka Nugraha
Ombudsman Sulsel Terima 328 Pengaduan Selama 2018 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR  -  Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima 328 laporan atau pengaduan dari masyarakat atas dugaan maladministrasi terkait pelayanan publik sepanjang tahun 2018. 

Kepala perwakilan Ombudsman RI provinsi Sulsel, Subhan Djoer, mengatakan maladministrasi terkait pelayanan publik yang paling banyak masuk laporan di bidang Kepegawaian pemerintahan. 

"Yang paling banyak laporan masuk ditempati oleh Kepegawaian 63 laporan, pertanahan 59 laporan, kepolisian 41 laporan, dan bidang pendidikan 32 laporan," ujar Kepala perwakilan Ombudsman RI provinsi Sulsel, Subhan Djoer.

Katanya, paling banyak pengaduan masyarakat di bagian Kepegawaian karena dipicu oleh momen penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 kemarin. Ada sebanyak 29 Laporan masuk khusus terkait dengan persoalan CPNS.

Loading...

Jumlah laporan ini menurun, bila dibandingkan dengan jumlah laporan yang diterima pada tahun 2017 lalu, sebab Ombudsman Sulsel  menerima 354 laporan 2017. Tahun ini, terjadi penurunan 26 laporan.

Sementara itu, dari 328 laporan yang diselesaikan ada 60 persen atau hampir 200 laporan. Menurutnya, itu sebuah prestasi sebab Sulsel menempatkan urutan ke lima se Indonesia dalam menyelesaikan laporan atau pengaduan dari masyarakat.

"Kita peringkat ke lima se Indonesia dalam menyelesaikan laporan yang masuk. Kendalanya sehingga tidak bisa diselesaikan semuanya karena memang pertama SDM kita tidak begitu banyak kedua laporan banyak dan rumit, sehingga membutuhkan waktu lama menyelesaikannya, Ombudsman itu harusnya cermat tidak boleh kita asal asalan menyelesaikan laporan harus betul-betul cermat," tutupnya. 

Loading...
Loading...