Rabu, 26 Desember 2018 20:35 WITA

"Kami Khawatir, 2019 Kakao Hilang Pak Sandi," Curhat Haji Alimin

Penulis: Muh Ikhlas
Editor: Aswad Syam
Sandiaga Uno ketika berdialog dengan para petani kakao di pusat pembibitan kakao di Desa Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Soppeng, Rabu (26/12/2018).

RAKYATKU.COM, SOPPENG - Dialog antar Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno dengan petani Kakao di Kabupaten Soppeng, berlangsung hangat. 

Dialog itu digelar di pusat pembibitan kakao di Desa Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Rabu (26/12/2018).

Pada dialog tersebut, sejumlah petani kakao yang hadir menyampaikan keluh kesahnya kepada Sandi. Di mana secara umum, mereka mengeluhkan harga anjlok, yang membuat minimnya produksi kakao setiap tahunnya.

Seperti yang diungkapkan salah satu petani kakao, H Alimin. Ia mengeluhkan kurangnya produksi kakao setiap tahunnya. Bahkan, ia juga menghawatirkan jika tahun 2019 nanti, produksi kakao akan menghilang.

"Jika Pak Sandi terpilih, kami mengharapkan Prabowo dan Sandiaga Uno mampu menaikkan derajat petani kakao. Dengan menaikkan harga kakao di pasaran," harapnya.

Loading...

Menjawab hal itu, Sandiaga meminta sinergitas para petani kakao. Dimana jika dia dan Prabowo terpilih, mereka akan melakukan revitalisasi untuk komoditi kakao.

"Karena saya pengen gitu, kita makan cokelat dari Belgia. Bahan bakunya yaitu kakao dari kita, terus diekpsor ke sana. Pas jadi cokelat diimpor balik ke sini. Jika begini yang kaya siapa? Yang kaya luar negeri, sedangkan kita hanya dijadikan pasar," ungkap Sandiaga.

Pihaknya berharap, dengan dilakukannya revitalisasi kakao. Produksi dan pemasaran kakao bisa mensejahterakan masyarakat petani. "Jika saya dan pak Prabowo terpilih, saya ingin komoditas ini tidak hilang dari bumi Indonesia, mohon doanya," pungkasnya.

Loading...
Loading...