Senin, 24 Desember 2018 20:01 WITA

"PKI Mata Lu", Ma'ruf Amin Soal Jokowi Disebut PKI

Editor: Nur Hidayat Said
Ma'ruf Amin. (Foto: IDN Times)

RAKYATKU.COM, BOGOR - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, angkat bicara terkait calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) yang disebut kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal itu ia katakan merespons pengakuan La Nyalla Matalitti. "Dia (La Nyalla) sudah ngaku yang bilang Jokowi PKI, dia sudah minta maaf juga ke saya, dia minta ampun. Lah yang bikin aja udah nyabut, kok yang dengar masih aja (bilang Jokowi PKI). PKI mata lu!" kata Ma'ruf di Pesantren Yasina Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/12/2018).

Mantan Rais Aam PBNU itu pun menyayangkan masih banyak masyarakat yang mempercayai hoaks merupakan kader PKI.

Padahal, La Nyalla sebaga pelaku utama yang menyebarkan kabar bohong itu sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf secara langsung kepada Jokowi

"Katanya Jokowi PKI, PKI dari mana? Beliau sudah berkali-kali membantahnya," Ma'ruf Amin dikutip CNNIndonesia.com.

Ma'ruf turut menegaskan Jokowi bukanlah sosok yang anti terhadap umat Islam. Sebagai bukti, ia mengatakan Jokowi tak mungkin mengambil calon wakil presiden yang berasal dari kalangan ulama.

loading...

"Ada yang bilang jokowi anti Islam, yang ngangkat cawapresnya kiai ya cuma pak Jokowi. Bisa aja dia milih pengusaha, bisa profesional, bisa juga TNI/Polri. Beliau milihnya kiai, santri, berarti dia cinta pada santri," kata Ma'ruf.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan kepemimpinan di Indonesia harus dibentuk berdasarkan perpaduan antara kaum nasionalis dan religius.

"Karena supaya negara ini mencerminkan kekuatan riil, potensi negara ini, negara ini pilar utamanya nasionalis dan islam, itu pilarnya. Pak Jokowi dianggap tokoh nasionalis, saya dianggap tokoh Islam, nasionalis dan Islam menyatu," kat

Sejak Pilpres 2014 Jokowi terus dirundung tudingan sebagai kader PKI. Tak hanya itu, hingga selama empat tahun pemerintahannya pun kerap dituding anti-Islam oleh beberapa kelompok.

Loading...
Loading...