Senin, 24 Desember 2018 07:30 WITA

3 Perbuatan yang Dosanya Setara dengan Firaun dan Namrud

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
3 Perbuatan yang Dosanya Setara dengan Firaun dan Namrud
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Firaun dan Namrud, adalah dua raja yang sangat-sangat durhaka pada Allah. Mereka tidak mengakui adanya Allah dan mereka malah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan.

Oleh sebab itu, mereka dibinasakan oleh Allah. Firaun dan tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan Raja Namrud yang perkasa mati hanya karena seekor nyamuk. Dua orang tersebut adalah perumpaan agar kita sebagai seorang Muslim jangan memiliki sifat-sifat seperti Firaun atau Namrud.

Tapi banyak yang tidak menyadari kalau ada perbuatan tertentu yang dosanya bisa membuat kita jadi setara dengan Firaun dan Namrud. Apakah kita sebagai Muslim mau disamakan dengan Namrud dan Firaun?

Firaun dan Namrud adalah dua raja yang sangat-sangat durhaka pada Allah. Mereka tidak mengakui adanya Allah dan mereka malah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan. Dengan kesombongannya, mereka menentang perintah dari Nabi.

Untuk itu, mereka dibinasakan oleh Allah. Firaun dan tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan Raja Namrud yang perkasa mati hanya karena seekor nyamuk.

Dua orang tersebut adalah perumpaan agar kita sebagai seorang muslim jangan memiliki sifat-sifat seperti Firaun atau Namrud. Tapi banyak yang tidak menyadari kalau ada perbuatan tertentu yang dosanya bisa membuat kita jadi setara dengan Firaun dan Namrud. Apakah kita sebagai muslim mau disamakan dengan Namrud dan Firaun?

1. Merendahkan orang lain

Merendahkan orang lain merupakan salah satu perbuatan sombong. Merasa yang paling benar, menolak kebenaran dan merendahkan harga diri orang lain merupakan dosa yang sangat besar meski banyak yang tidak menyadarinya.

Firaun dan Namrud memiliki sifat yang sangat sombong. Mereka tidak suka mengindahkan nasihat dari orang lain dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka selalu mengeluarkan perkataan-perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

2. Menjadi hakim

Loading...

Kadang kita suka menjelek-jelekan perbuatan orang yang suka melakukan maksiat. Secara halus, kita suka berbicara dalam hati, orang itu kalau nanti mati pasti masuk neraka, atau orang itu kalau tobat pasti tidak akan diampuni dosa-dosanya. Apalagi jika diungkapkan langsung kepada orangnya.

Dilansir laman Wowmenariknya, betapa besarnya dosa dari perbuatan seperti itu. Ingatlah bahwa hanya Allah yang berhak menentukan celaka atau tidaknya seseorang, yang menentukan apakah orang itu akan masuk surga atau neraka. Tidak ada satu makhluk pun yang berhak jadi hakim selain Allah.

Orang yang awalnya suka melakukan maksiat belum tentu matinya dalam keadaan celaka. Siapa tahu sisa-sisa hidupnya dia gunakan untuk bertobat dan beribadah dan kemudian dia jadi ahli surga. Dan sangat banyak orang yang dulunya beriman tapi di akhir hidupnya celaka karena kelalaiannya dalam beribadah dan menyimpan sifat sombong dalam hatinya.

Jika suka memberikan penilaian buruk pada orang lain, meskipun orang tersebut suka melakukan perbuatan dosa, secara tidak sadar kita sudah jadi hakim dan merenggut hak Allah. Secara tidak sadar pula, kita mau menyaingi Allah. Bukankah Firaun dan Namrud adalah dua orang yang mengaku setara dengan Tuhan?

3. Membangkang perintah Allah

Tidak melaksanakan segala bentuk perintah Allah, baik yang wajib atau sunnah yang tercantum dalam Al-Quran dan hadist, juga merupakan perbuatan dosa yang sangat besar.

Jika sepanjang hidup kita banyak melalaikan perintah Allah dan kemudian kita mati, secara hakiki kita mati dalam keadaan tidak membawa Islam. Kita mati seperti Namrud dan Firmaun. Sebab sepanjang hidupnya, Firaun dan Namrud tidak mau melaksanakan perintah Allah dan bahkan membangkangnya.

Itulah salah satu contoh perbuatan yang dosanya bisa membuat kita setara dengan Firaun dan Namrud. Masih ada banyak perbuatan lainnya yang mencerminkan sifat Firaun dan Namrud. Jika kita suka melakukannya, secara tidak sadar kita sudah setara dengan mereka berdua.

Karena kita sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, jangan lupa untuk selalu meminta ampunan kepada Allah setiap waktu dan juga jangan lupa untuk selalu berdoa. Perbaikilah akhlak kita dan perbanyaklah mengoreksi kesalahan diri kita sendiri.

Loading...
Loading...