Minggu, 23 Desember 2018 12:17 WITA

Ini Kata Kapolres Palopo Soal Insiden Demonstran dan Polisi

Penulis: Hamka Tadda
Editor: Aswad Syam
Ini Kata Kapolres Palopo Soal Insiden Demonstran dan Polisi
Kapolres Palopo, AKBP Ardyansyah

RAKYATKU.COM, PALOPO - Demonstrasi menyambut kedatangan Jokowi di Bua, Luwu. Demonstrasi tersebut awalnya aman, namun tiba-tiba ricuh saat peserta aksi hendak membubarkan diri.

Pemicunya, spanduk yang digunakan diminta polisi. Namun, demonstran tidak mau memberikan. Akibatnya, seorang pengunjuk rasa, diberi hadiah bogem mentah oleh petugas.

Kapolres Palopo, AKBP Ardyansyah menyebut, aksi yang dilakukan Aliansi Wija To Luwu itu, tidak memiliki izin dan melanggar aturan.

Pasalnya, kata Ardyansyah, surat pemberitahuan aksi Aliansi Wija To Luwu, baru dimasukkan sekitar pukul 01:00 Wita, Minggu (23/12/2018) dini hari tadi.

Padahal katanya, dalam aturannya, sebelum melakukan aksi, para demonstran seharusnya memasukkan surat pemberitahuan 3x24 jam.

Loading...

“Surat pemberitahuannya baru pukul 01.00 Wita dini hari tadi. Harusnya 3 x 24 jam. Aksi mereka jelas sudah melanggar," katanya.

Lebih jauh, dirinya mengatakan jika pihaknya juga telah melakukan proses negosiasi dengan para demostran, untuk membubarkan diri.

"Ada sedikit insiden, namun masih terkendali teman-teman pengunjuk rasa, tidak ada yang diamankan. Mereka membubarkan diri," jelasnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) di jalan trans Sulawesi, berakhir bentrok.

Loading...
Loading...