Sabtu, 22 Desember 2018 10:14 WITA

Proyek Pembangunan di Parepare Terancam Adendum

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Proyek Pembangunan di Parepare Terancam Adendum
Rehab Masjid Agung Parepare. Ist

RAKYATKU.COM, PAREPARE -- Sejumlah proyek fisik di Kota Parepare yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018, dipastikan mengalami keterlambatan.

Pasalnya, mendekati batas akhir waktu pengerjaan kontrak per 31 Desember 2018, proyek tersebut tidak bisa dirampungkan.

Proyek-proyek tersebut diantaranya Auditorium BJ Habibie sebesar Rp4,3 miliar, Rehab sedang Kantor Binalipu Rp1,5 miliar, proyek pembangunan Gedung Call Centre 112 terpadu sebesar Rp3,8 miliar dan Rehab Masjid Agung sebesar Rp600 juta
 
“Keterlambatan penyelesaian proyek tersebut dikarenakan kontrak kerja dikeluarkan di bulan Oktober, atau masuk pada anggaran perubahan dengan pertimbangan akan selesai akhir bulan Desember 2018,” kata Sukriadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sabtu (21/12/2018).

Sukriadi menjelaskan, untuk keterlambatan kegiatan tersebut rekanan akan dikenakan denda keterlambatan dari kontrak yang belum dirampungkan.

Loading...

“Sesuai UU jasa konstruksi yang baru yaitu memberikan kesempatan selama rekanan atau penyedia mempunyai itikad baik, maka diberikan kesempatan untuk menyelasaikannya,” bebernya.

“Hal tersebut juga diatur dalam Perpres No. 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang tertuang pada pasal 56 ayat (1) dalam hal penyedia gagal menyelasikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan kontrak berakhir,” tukasnya.

Loading...
Loading...