Jumat, 21 Desember 2018 09:31 WITA

Fadli Zon Dandan Ala Pantomim, Ngabalin: Masa Wakil Ketua DPR Begitu, Malu

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Fadli Zon Dandan Ala Pantomim, Ngabalin: Masa Wakil Ketua DPR Begitu, Malu
Foto/Ist.

RAKYATKU.COM - Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin meledek Fadli Zon yang berdandan ala pantomim saat syuting video klip berjudul 'Tangan Besi'. 

Sebenarnya tak hanya Fadli yang berdandan dengan bedak di seluruh wajah dan pemerah bibir, seluruh bintang video klip seperti artis Fauzi Baadilla dan Ahmad Dhani juga.

"Masa Wakil Ketua DPR RI begitu, malu. Terus itu muka dikasih bedak, make up pakai pemerah bibir, hati-hati loh nanti masyarakat melihat dua kepribadian. Nanti orang kira Fadli Zon ACDC," kata Ngabalin.

"Kalau yang lain make up nggak apa-apa. Kalau Fadli itu kan Wakil Ketua DPR, yang benar sajalah dia," sambung Ngabalin, dikutib Detikcom, Jumat (21/12/2018).

Proses pembuatan video klip 'Tangan Besi' tersebut diunggah Fadli ke akun Twitter resminya, @fadlizon. Fadli mengunggah foto-foto dia bersama Ahmad Dhani, Fauzi Baadila, Sang Alang, Derry Sulaiman, hingga Neno Warisman. Fadli cs, kecuali Ustaz Derry, tampak berdandan ala pantomim.

Wakil Ketua DPR itu lanjut menjelaskan perihal makna make up pantomim yang dipakai dalam video klip 'Tangan Besi'. Menurut Fadli, video tersebut mewakili masyarakat yang menurutnya terintimidasi. 

Terkait lirik lagu yang seakan memojokkan pemerintah dengan kata-kata 'penguasa durjana menindas segala cara', Ngabalin menuturkan Fadli buta mata dan hati.

"Dia mengkritik Pemerintah tangan besi, siapa yang menembaki orang dengan senjata? Apa dia matanya buta? Apa Fadli Zon hatinya buta? Yang menculik orang bertahun-tahun lalu, membunuh orang dengan senjata, yang seperti itu menurut dia bukan tangan besi?" ujar Ngabalin.

Menurut Ngabalin, lagu 'Tangan Besi' sebagai salah satu media kampanye Fadli dan kawan-kawan, yang diketahui pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi. 

Ngabalin meminta Fadli cs melakukan kampanye dengan profesional. "Yang profesional dong kalau mau berkampanye, kalau mau memperkenalkan calon presidennya," tutur Ngabalin.

Loading...