Kamis, 20 Desember 2018 16:06 WITA

Masih Digunakan di Mesir, Begini Sistem Detektor Kebohongan Menjilat Logam Panas

Editor: Suriawati
Masih Digunakan di Mesir, Begini Sistem Detektor Kebohongan Menjilat Logam Panas
Bisha'h

RAKYATKU.COM - Saat ini, kita bisa menilai apakah seseorang telah berbohong atau jujur melalui detektor kebohongan.

Tapi ada juga teknik pengujian yang tergolong ekstrim. Seperti yang dipraktekkan Ayaidah, suku Badui di timur laut Mesir.

Praktik itu disebut Bisha'h, yaitu ritual kuno yang digunakan untuk menentukan apakah seorang tersangka dalam kejahatan bersalah atau tidak.

Caranya, mereka harus menjilat sendok atau besi panas di hadapan kepala suku, dan jika lidah mereka melepuh, maka mereka bersalah, jika lolos tanpa cedera, berarti mereka tidak bersalah.

Bisha'h digunakan oleh sebagian besar suku Badui selama berabad-abad, tapi semua akhirnya meninggalkannya, kecuali Ayaidah.

Ritual ini dilarang di negara-negara seperti Yordania dan Arab Saudi, tapi tidak di Mesir, meskipun kelompok agama di negara Afrika melihatnya sebagai tidak islami.

Bisha'h dianggap sebagai sistem pendeteksi kebohongan tertua di dunia. Itu umumnya digunakan dalam situasi di mana tidak ada saksi.

Para tersangka harus menjilat sendok yang dipanaskan untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah, dan terlepas dari hasilnya, putusan tidak dapat diganggu gugat.

Ritual itu sendiri dilakukan oleh seorang pejabat suku yang dikenal sebagai seorang Mubesha. 

Prinsip di balik Bisha'h adalah bahwa orang yang berbohong itu gugup dan memiliki mulut kering, sehingga lidah mereka akan dibakar oleh logam panas.

loading...

Jika mereka tidak bersalah, mereka rileks, sehingga air liur di lidah akan melindunginya terhadap logam panas. 

Namun, penentang ritual tersebut mengklaim bahwa itu tidak selalu terjadi, dan bahwa ritual tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian fisik bagi tersangka, tapi juga sering mengarah pada kecaman mereka, meskipun sebenarnya mereka tidak bersalah.

Hari ini, Bisha'h digunakan sebagai upaya terakhir, ketika para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan, atau ketika tidak ada bukti atau saksi lain yang bisa memberikan keterangan.

Ini juga digunakan sebagai cara untuk menakut-nakuti tersangka agar mengakui kejahatan mereka.

Sebagai contoh, jika penggugat menerima kompensasi dari terangka sebelum ritual dilakukan, maka Bisha'h tidak perlu dilakukan.

Itu dianggap kelemahan lain dari sistem pendeteksi kebohongan ini, karena beberapa orang akan menerima kesalahan jika, asalkan mereka tidak menjilat logam panas untuk membuktikan ketidakbersalahan mereka.

Atau jika seorang tersangka memilih untuk tidak muncul dalam prosesi Bisha'h, atau menolak untuk menjilat sendok panas, ia secara otomatis dianggap bersalah.

Seperti yang Anda bayangkan, menjalani Bisha'h dapat mengakibatkan luka bakar lidah yang parah, tapi suku Ayaidah terus mengandalkannya untuk menyelesaikan masalah hukum dalam suku.

Tags
Loading...
Loading...