Kamis, 20 Desember 2018 04:30 WITA

Istrinya Ditanya Berapa Kali Sebulan, Fahmi Emosi, Hakim Tanya Balik Inneke

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Istrinya Ditanya Berapa Kali Sebulan, Fahmi Emosi, Hakim Tanya Balik Inneke
Fahmi Darmawansyah dan Inneke Koesherawati

RAKYATKU.COM - Insiden kecil terjadi dalam sidang lanjutan kasus suap Kalapas Sukamiskin, Rabu (19/12/2018). Terdakwa, Fahmi Darmawansyah emosi saat istrinya, Inneke Koesherawati dicecar pertanyaan terkait ruang senggama.

Fahmi tak kuasa menahan emosi saat hakim bertanya, "Dalam sebulan berapa kali (pakai bilik asmara)?"

Tiba-tiba wajah Fahmi memerah. Dia memperlihatkan raut wajah marah. "Sekalian aja tanyain pakai baju apa. Saya keberatan dengan itu," kata Fahmi dengan nada tinggi.

Menanggapi keberatan Fahmi, hakim lalu bertanya langsung kepada Inneke apakah bersedia menjawab pertanyaannya mengenai intensitas penggunaan bilik asmara.

Inneke yang terlihat kikuk akhirnya mengaku keberatan dengan pertanyaan yang diajukan. "Saya risih jawabnya, yang mulia," ucap Inneke.

Sidang digelar di PN Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. Dalam sidang, awalnya Inneke Koesherawati menjelaskan soal pembelian mobil yang diinstruksikan suaminya, Fahmi Darmawansyah untuk mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Setelah itu, hakim anggota Marsidin Nawawi menanyakan soal ruang senggama yang dikelola Fahmi. Inneke menjawab bahwa ruangan itu merupakan bangunan baru, namun tidak tahu terkait keterlibatan suaminya dalam hal pengelolaan.

loading...

"Yang saya tahu ruangan itu ada karena suami saya enggak tega kalau saya datang, banyak orang yang liatin saya," katanya.

Inneke mengungkapkan, dalam ruangan itu terdapat fasilitas kasur, kamar mandi dan kipas. Dia mengaku pernah menggunakan ruangan tersebut untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri dan kebutuhan biologis suaminya.

"Itu kewajiban istri, saya menjalankannya. Melayani suami saya kebutuhan biologis manusia," ungkap dia.

Usai sidang, Inneke blak-blakan kepada wartawan terkait bilik asmara tersebut. Dia merasa wajar saja memenuhi kebutuhan biologis suaminya. Apalagi dalam kondisi tertekan di Lapas.

"Kami berumah tangga, masa iya itu untuk kebutuhan biologis semua lah apalagi suami saya dihukum, iya di dalam terus masa maksudnya itu yang pribadi, hak asasi manusia enggak bisa didapat. Dia enggak setiap hari minta ibaratnya gitu kan," katanya.

"Jadi itu hanya menjalankan biologis manusia, itu doang gitu. Itu yang bikin suami saya pertanyakan kaya orang yang apa saja. Yang justru diherankan kalau berbuat itu bukan suami istri, atau belum nikah," lanjut Inneke.

Loading...
Loading...