Kamis, 20 Desember 2018 05:00 WITA

Bolehkah Puasa Putih Tidak Dilakukan Berturut-turut?

Editor: Abu Asyraf
Bolehkah Puasa Putih Tidak Dilakukan Berturut-turut?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Puasa putih atau juga dikenal dengan ayyaamil bidh dilaksanakan tiga hari dalam satu bulan. Bolehkan dilakukan tanpa berturut-turut?

Ustaz Maulana La Eda menguraikannya panjang lebar, seperti dikutip dari Wahdah.or.id

Dalil sunnahnya puasa ini adalah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam terhadap Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, "Berpuasalah tiga hari dalam sebulan karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, sehingga hal itu seperti melakukan puasa selamanya”. (HR Bukhari No 1976)

Hadis ini menunjukkan fadhilah puasa ini, yaitu satu hari puasa menyamai pahala puasa sepuluh hari karena satu kebaikan diganjar sebanyak sepuluh kali lipat. Berarti dengan berpuasa tiga hari dalam sebulan, kita akan mendapatkan pahala puasa tiga puluh hari atau sebulan penuh.

Apabila kita konsisten dengan puasa ini di setiap bulannya, maka kita mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Inilah di antara keistimewaan dan keutamaan amalan Islam yang tidak diberikan pada umat-umat sebelumnya.

Lantaran pentingnya puasa tiga hari ini, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menasihatkannya pada beberapa sahabatnya, di antaranya nasihat beliau terhadap Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. 

Abu Hurairah berkata, "Kekasihku shallallahu’alaihi wasallam mewasiatkan padaku tiga hal; berpuasa tiga hari dalam sebulan, shalat dua rakaat dhuha, dan agar saya melakukan shalat witir sebelum tidur”. (HR Bukhari No 1981)

Dalam Musnad Ahmad terdapat tambahan "Maka dulu Abu Hurairah berpuasa tiga hari di setiap awal bulan".

Sebagian para ulama menegaskan bahwa yang paling utama adalah melakukannya pada pertengahan bulan Hijriah yakni tanggal 13, 14, dan 15 dari setiap bulan. Puasa ini dikenal dengan nama shiyaam ayyaamil bidh (Hari-hari dimana bulan bersinar terang pada malam harinya).

Adapun dalil keutamaan puasa tiga hari pada pertengahan bulan adalah hadis Musa bin Thalhah dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa di antara kamu ingin berpuasa dalam suatu bulan maka hendaknya berpuasa dalam tiga hari/ayyaamul bidh (hari 13, 14, dan 15 dari bulan-bulan Hijriah)". (HR. Ahmad 5/152 dan Nasai 4/222 dengan lafaz riwayat Ahmad). 

Hadis ini juga diriwayatkan dari Musa bin Thalhah dari Abu Hurairah sebagaimana dalam Sunan Nasai.

Puasa ayyaamil bidh ini juga dilakukan oleh Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu sebagaimana dalam riwayat Al Harits bin Abi Usamah sebagaimana dikutip dalam Ittihaaful Maharah: 2212 dengan sanad shahih, bahwa Musa bin Salamah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu tentang puasa tiga ayyaamil bidh ,maka ia menjawab, "Dahulu Umar radhiyallahu’anhu melakukannya…".

Namun sebagian ulama, di antaranya Abul-Walid Al-Baji 1, mengatakan bahwa puasa ayyaamil bidh tidaklah memiliki keutamaan khusus karena hadis-hadis marfu’ dari Nabi yang berkaitan dengannya tidak ada yang shahih termasuk hadis Abu Dzar di atas. Hanya diriwayatkan dari amalan sebagian sahabat saja termasuk Umar dalam riwayat Al Harits bin Abi Usamah.

Adapun petunjuk dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang populer adalah melaksanakan puasa tiga hari ini di hari mana saja dalam sebulan tanpa mengkhususkannya dalam hari-hari tertentu. 

Dalam shahih Muslim, Mu’aadzah bertanya kepada Aisyah, "Saya bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha; apakah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dahulu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Ia menjawab, 'Ya'. Saya bertanya lagi, di hari-hari apakah Beliau berpuasa? Ia menjawab, beliau tidak peduli (tidak mengkhususkan) hari-hari tertentu dalam setiap bulan untuk berpuasa'."

Kesimpulannya, puasa tiga hari dalam sebulan ini tidak mesti dilakukan khusus dalam ayyamul bidh atau pada 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah atau tiga hari awal bulan dan akhir bulan. Namun, bisa dilakukan kapan saja, baik di awal atau tengah, atau di akhir bulan. Baik secara berturut-turut ataupun tidak.
 

Loading...
Loading...

Berita Terkait