Rabu, 19 Desember 2018 20:55 WITA

Bersaksi di PN Makassar, Pejabat Kemenag Blak-blakan Praktik Abu Tours

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Bersaksi di PN Makassar, Pejabat Kemenag Blak-blakan Praktik Abu Tours
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono bersaksi di PN Makassar, Rabu (19/12/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Mantan manajer distrik wilayah timur Abu Tours, Erlan Suherlan mengatakan ada sekitar 85 persen paket promo umrah Abu Tours yang terjual. 

Hal ini ia ungkapkan saat menjadi saksi di persidangan kasus penipuan umrah empat petinggi Abu Tours, Rabu (19/12/2018). 

Erlan mengatakan, ada dua jenis paket umrah yang terjual di Abu Tours. Paket promo adalah paket yang biasanya ditujukan untuk mendatangkan pelanggan baru dan terjual pada acara manasik dan hari raya Islam. Harga kisaran paket promo umrah ini mayoritas di bawah Rp14 juta. 

"Kalau paket reguler baru diterapkan di akhir tahun 2017 dengan harga di atas dua puluh juta," ujar Suherlan. 

Pernyataan Suherlan dipertegas Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono. Kaswad yang hadir sebagai saksi menyebutkan bahwa paket promo Abu Tours terjual 90 persen. Rendahnya biaya promo umrah itu, kata Kaswad, justru dapat menjadi bom waktu. 

Temuan ini diperoleh Kemenag, lanjut Kaswad, usai tim audit dari Kemenag RI turun langsung melakukan investigasi terhadap biro perjalanan umrah ini. 

loading...

Kaswad mengatakan sebelum Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2018 mengenai biaya standar perjalanan umrah keluar, rasionalitas biaya menjadi standar patokan untuk memberangkatkan jemaah. Setidaknya, kata Kaswad, hitung-hitungan biaya umrah ke Arab Saudi paling murah Rp17,5 juta. 

"Tapi Abu Tours ada yang biayanya Rp12 juta. Untuk itu seharusnya setiap pemberangkatan seharusnya Abu Tours malah rugi lima juta rupiah," kata Kaswad. 

Paket promo umrah ini akhirnya membuat Abu Tours bangkrut. Pada Januari 2018, Abu Tours gagal memberangkatkan 86.720 jemaah di seluruh Indonesia.


 

Loading...
Loading...