Rabu, 19 Desember 2018 18:30 WITA

"1.000 Kali Saya Dijual Mama ke Hidung Belang," Kisah Miris Gadis 15 Tahun

Editor: Aswad Syam
Kasmeer Lata

RAKYATKU.COM, SELANDIA BARU - Kasmeer Lata hari itu mengantar putrinya ke sekolah. Usai itu, wanita 36 tahun asal Auckland, Selandia Baru itu, pulang ke rumahnya. 

Di rumahnya, dia menerima pria hidung belang. Berhubungan badan dengan menerima bayaran. Lima kali sehari. Selama 18 bulan, Lata menghasilkan USD100 ribu. Itu digunakan untuk membayar sewa rumah, dan mendanai gaya hidupnya.

Saat putrinya berusia 15 tahun pada 2014, Lata mulai mendandani putri kecilnya itu. Dia lalu melatih putrinya, bagaimana melayani nafsu pria hidung belang.

Sejak itu, dia mulai menjajakan putrinya. Hingga tertangkap, sudah 1.000 kali dia menjajakan sang putri. 

Awal tahun ini, Lata dijatuhi hukuman enam tahun dan 11 bulan penjara.

Namun pada persidangan Rabu (19/12/2018) hari ini, masa hukumannya ditingkatkan hingga 10 tahun tiga bulan, setelah Solicitor-General berhasil mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan Hakim Matthew Muir pada April.

Hakim Brendan Brown, Hakim Patricia Courtney dan Hakim Sarah Katz memutuskan, memaksa putrinya untuk menjual tubuhnya adalah eksploitasi seksual yang paling serius. 

Lata menunjukkan tingkat pra-perencanaan dan perencanaan yang tinggi terus menerus, dalam eksploitasi seksual intensif dan berkepanjangan, terhadap anak  perempuannya di bawah umur. Demikian terungkap di Pengadilan Banding. 

Loading...

Selama persidangan banding, pengadilan memutuskan, Hakim Muir telah salah menentukan di penyerangan pada skala keseriusan, dan  menetapkan periode minimum penjara yang baru selama lima tahun, bukan tiga tahun sebelumnya. 

"Dalam pandangan kami, gravitasi dari pelanggaran Nyonya Lata, tidak untuk didiskon guna tujuan identifikasi titik awal, karena fakta hanya ada satu korban. Anak perempuan satu-satunya," pengadilan memutuskan seperti yang dilaporkan oleh stuff.co.nz. 

"Atau dalam menimbang keseriusan komparatif, seandainya kehadiran suatu tindakan atau ancaman kekerasan fisik memberi tip pada skala terhadap skenario, di mana seorang wanita muda secara psikologis, dipaksa untuk bertahan 18 bulan dan 1.000 episode aktivitas seksual, yang tidak diinginkan," tambahnya.   

Nyonya Lata dijuluki wanita yang paling dibenci di Selandia Baru, setelah dinyatakan bersalah melakukan transaksi budak, dan menerima penghasilan dari layanan seksual komersial dari orang di bawah umur. 

Dia adalah orang ketiga dalam sejarah negara itu, yang ditemukan bersalah atas transaksi budak.  

Hukuman maksimum untuk kejahatan berdasarkan hukum Selandia Baru, adalah 14 tahun penjara.   

Gadis itu diiklankan di NZ Herald, sebagai salah satu dari dua gadis-gadis India HOT SEXY busty, dan digambarkan berusia 18 tahun.

Loading...
Loading...