Senin, 17 Desember 2018 22:56 WITA

Iklan Bando Grace Natalie Dicopot di Bantaeng, PSI Siapkan Laporan ke Polda

Penulis: Rizal
Editor: Mays
Iklan Bando Grace Natalie Dicopot di Bantaeng, PSI Siapkan Laporan ke Polda
Salah satu iklan bando Grace Natalie.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meradang. Baliho bergambar sang Ketua Umum, Grace Natalie, mendadak hilang di Bantaeng.

Baliho berukuran 5x10 meter tersebut, awalnya dipasang melintang di atas Jalan Raya Lanto. Dua hari lalu, baliho itu hilang dari tempatnya. Belum diketahui pelaku yang mencopot alat peraga yang memuat tulisan "Sama-Sama Bangun Bangsa" tersebut.

Dikonfirmasi, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PSI Andi Saiful Haq menjelaskan, reklame yang hilang tersebut sama dengan yang dipasang PSI di sejumlah titik di seluruh Indonesia.

"DPP PSI memang memasang reklame di seluruh Indonesia. DPP PSI sudah berkonsultasi dengan Bawaslu dan KPU, mengenai pemasangan reklame tersebut. Agar tidak melanggar aturan mengenai kampanye Pemilu," tuturnya, Senin (17/12/2018).

Menurut Saiful, reklame ini tidak tergolong Alat Peraga Kampanye (APK), sebab tidak mencantumkan nomor urut partai, tidak ada visi misi dan ajakan untuk memilih PSI. 

loading...

"Jadi tidak melanggar aturan Pemilu. Parpol lain juga melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, kita akan segera mengambil tindakan hukum, dengan melaporkannya ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulawesi Selatan, karena reklame itu dipasang oleh Dewan Pimpinan Pusat. Saya sendiri sebagai Sekretaris Bappilu DPP PSI yang akan mewakili DPP PSI sebagai pelapor. Kami akan adukan sebagai tindak pidana penghilangan dan pengrusakan properti pribadi dan publik, mengingat parpol adalah badan hukum publik," tegasnya.

Terpisah, Ketua DPW PSI Sulsel, Muh Fadli Noor mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui siapa dalang pencopotan reklame tersebut. Pihaknya, kata Fadli, terus mengumpulkan bukti-bukti, untuk mendukung laporan yang akan dimasukkan ke Polda Sulsel.

"Kami belum tahu siapa yang melakukan pencopotan. Itu sebenarnya bukan wewenang Panwaslu atau KPUD karena bukan merupakan APK. Yang paling berwenang adalah Pihak Pol PP daerah setempat. Tapi dalam kasus ini belum ada surat apapun yang diterima baik DPP, DPW maupun DPD Kabupaten Bantaeng. Jadi polisi harusnya bisa mengusut dan mencari siapa pelakunya. Intinya DPP PSI sudah mengantongi bukti-bukti permulaan berupa foto pemasangan reklame yang dinyatakan hilang tersebut," tutupnya.

Loading...
Loading...