Sabtu, 15 Desember 2018 09:50 WITA

Erdogan Beber Rekaman Suara Pembunuhan Khashoggi

Editor: Mulyadi Abdillah
Erdogan Beber Rekaman Suara Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi. (Foto: AP Photo/Hasan Jamal)

RAKYATKU.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku sudah mendengar rekaman suara salah satu terduga pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Arab Jamal Khashoggi. Turki telah berbagi rekaman audio ke Amerika Serikat, Jerman dan negara Eropa lainnya.

“Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Kanada, kami membuat mereka mendengar secara bersama pria itu mengatakan ‘saya tahu cara memotong’. Pria ini adalah seorang prajurit, ini semua terdengar dalam rekaman audio,” kata Erdogan ketika meyampaikan pidato di Istanbul, dikutip dari reuters, Jumat (14/12).

Daily Mail melaporkan, Erdogan menjelaskan bahwa pria yang didengar dalam rekaman suara itu adalah seorang prajurit tingkat tinggi dan "karyawan kamar mayat" yang "secara terbuka" mengatakan dia bisa membedah mayat. 

Pemerintah Turki menyebutkan, tim pembunuh yang dikerahkan sebanyak 15 orang 2 Oktober di konsulat Istanbul di Arab Saudi. Jenazah Khashoggi hingga kini 
belum ditemukan.

Sebelumnya, pihak Arab Saudi mengelak keterkaitan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dalam pembunuhan itu. Mereka mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat dengan keadaan hidup.

Loading...

“Pangeran berkata Jamal Khashoggi meninggalkan konsulat, apakah ia seorang anak kecil? tunangannya menunggu di luar,” kata Erdogan.

“Mereka pikir dunia itu bodoh, bangsa ini tidak bodoh dan tahu bagaimana membuat orang bertanggung jawab,” lanjutnya lagi.

Pejabat Turki mengatakan bahwa kantor kejaksaan Istanbul telah memiliki kecurigaan kuat kepada Saud al-Qahtani, pembantu utama Mohammad Bin Salman, dan Jenderal Ahmed al-Asiri, wakil kepala intelijen asing, terlibat dalam perencanaan pembunuhan Khashoggi.

Erdogan berulang kali mengatakan tidak akan menyerah untuk mengungkap kebenaran. Setelah Arab Saudi mengesampingkan dua orang tersebut, Turki mengatakan pekan ini akan mencari keadilan untuk Khashoggi di bawah hukum internasional.

Loading...
Loading...