Jumat, 14 Desember 2018 17:51 WITA

"Terima Kasih Pak Presiden, Suami Saya Bebas," Air Mata Istri Korban Abu Sayyaf Tumpah

Editor: Aswad Syam
Usman Yunus berdoa bersama istrinya, Julianti dan putrinya, saat dipertemukan di Manila, usai diculik kelompok Abu Sayyaf. (Foto: Tribunnews)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Lutut Julianti goyah. Di depannya berdiri sosok pria ceking yang sudah empat bulan berada dalam cengkeraman kelompok kriminal bersenjata di Filipina, Abu Sayyaf.

Julianti menghambur memeluk pria ceking yang merupakan suaminya itu. Usman Yunus namanya. Usai memeluk Julianti, Usman kemudian memeluk putrinya. Tangisnya tumpah.

Dilansir dari Kompas, Julianti difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), berangkat ke Manila untuk bertemu suaminya. Wanita asal Polewali Mandar, Sulbar itu, tak henti-hentinya mengucap syukur.

"Terima kasih Bapak Presiden dan Bu Menlu, saya hampir putus asa. Alhamdulillah suami saya bebas ya," ujar Julianti kepada Wamenlu Fahir, seusai dipertemukan dengan Usman, Kamis (13/12/2018).

Usman kemudian berdoa. Julianti duduk di sampingnya. Putrinya duduk di pangkuannya. Air matanya ikut tumpah.

Usman Yunus (35), diculik bersama rekannya Samsul Saguni (40), saat melaut di perairan Semporna. Kedunya ditodong turun dari atas kapalnya di perbatasan Malaysia, Selasa (11/9/2018) lalu, sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Loading...

Dilansir dari Tribunnews, pada saat penculikan Usman tak hanya bersama Samsul. Ada dua anak buah kapalnya yang lain di atas kapal.

Dua rekan Usman yang lain, berhasil selamat karena bersembunyi di ruang mesin kapal ikan tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk Filipina yang berkedudukan di Manila, Sonny Sarundajang mengatakan, pembebasan Usman itu dilaksanakan berdasarkan koordinasi langsung dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

"Atas arahan Menlu, saya berkomunikasi langsung dengan Presiden Duterte untuk mengupayakan pembebasan. Karena itu, semua pihak di Filipina mendukung upaya yang kita lakukan," ujar Sarundajang.

Loading...
Loading...