Rabu, 12 Desember 2018 06:30 WITA

Begini Peluang dan Tantangan Ekonomi di Tahun 2019

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
Begini Peluang dan Tantangan Ekonomi di Tahun 2019

RAKYATKU.COM - Bank Indonesia (BI) optimistis prospek perekonomian Indonesia tetap baik di tahun depan. Ini lantaran ditopang stabilitas ekonomi Indonesia.

Kepala Grup Asesmen Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Firman Mochtar, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berkisar antara 5-5,4 persen. Inflasi sekitar 2,5-4,5 persen.

"Adapun defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) kami harapkan turun sebesar 2,5 persen dari pertumbuhan ekonomi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12).

Sementara itu, lanjut dia, BI memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan antara 10-12 persen dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di level 8-10 persen.

"Kami optimistis bahwa ke depan prospek ekonomi Indonesia tetap baik. Yang ingin kami lakukan adalah menjaga daya tarik pasar keuangan tetap baik yang pada gilirannya bisa support pembiayaan dari CAD," ucapnya dilansir dari laman merdeka.com.

Kendati demikian, Firman mengakui, tahun depan perekonomian Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Itu antara lain penyesuaian kembali (rebalancing) komoditas global akibat langkah The Fed dalam melakukan normalisasi kebijakannya.

"Terakhir fate fund rate (FFR) naik 2,5 persen dan kami perkirakan masih akan naik. Desember ini pasar sudah pricing naik sekali. Adapun di 2019 FFR kemungkinan akan naik 2 sampai 3 kali lagi," paparnya.

Loading...

Tantangan kedua, kata dia, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi melandai. Demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprediksi lebih rendah dari tahun ini karena ekspansi fiskal yang melambat.

"Efeknya apa? Commodity price tidak tumbuh setinggi dari tahun sebelumnya, termasuk di 2019 tetap akan dipengaruhi oleh commodity price. Harga minyak dunia juga masih volatile," ujar dia.

Adapun untuk mengurangi dampak global terhadap perekonomian Indonesia, ada dua hal yang harus dicermati. Pertama terkait lalu lintas perdagangan dan kedua terkait pasar keuangan RI.

"Dua chanel yang harus Indonesia perlu cermati yaitu pertama trade chanel yakni potensi ekspor dan impor RI dan kedua financial chanel yaitu kemungkinan proses aliran modal global masuk ke domestik," tandasnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan arah kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2019 tetap hawkish atau ketat. Upaya ini dilakukan untuk mengimbangi langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).

Loading...
Loading...