Senin, 10 Desember 2018 15:28 WITA

Mengerikan, Ini Transkrip Rekaman Suara Detik-Detik Pembunuhan Khashoggi

Editor: Abu Asyraf
Mengerikan, Ini Transkrip Rekaman Suara Detik-Detik Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi semasa hidup.

RAKYATKU.COM - Sulit membayangkan bagaimana Jamal Khashoggi dihabisi secara sadis dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki. Rekaman menunjukkan bahwa para eksekutor pun tak kuat.

Kata-kata terakhir Jamal Khashoggi terungkap dalam transkrip rekaman audio yang mengerikan. 

Kolumnis Washington Post itu sudah mulai merasa tidak enak hati saat bertemu Maher Abdulaziz Mutreb, mantan diplomat Saudi dan pejabat intelijen yang bekerja untuk Mohammed bin Salman. Khashoggi sudah pernah bertemu dia di Kedutaan Saudi di London, Inggris.

"Kamu akan kembali," terdengar bentakan yang diduga suara Mutreb.
 
"Kamu tidak bisa melakukan itu. Orang-orang menunggu di luar," balas pria yang diduga Khashoggi.

Selanjutnya, Khashoggi disiksa dalam gedung konsulat. Terdengar suara Khashoggi, "Saya tidak bisa bernapas." Dia diduga dicekik oleh beberapa orang dan diseret ke meja eksekusi.

Dalam rekaman itu juga terdengar suara perintah kepada para eksekutor, "Jika Anda tidak suka kebisingan, pakai earphone Anda."

Transkrip audio yang diterjemahkan dari saat-saat terakhir Khashoggi, yang diperoleh oleh CNN, mendukung klaim pembunuhan 2 Oktober itu bukan interogasi yang gagal, seperti yang diklaim oleh Saudi pada mulanya.

Selama adegan yang mengerikan, sumber menggambarkan Khashoggi berjuang melawan sekelompok orang yang bertekad untuk membunuhnya.

"Aku tidak bisa bernafas," kata Khashoggi.

loading...

"Aku tidak bisa bernafas."

"Aku tidak bisa bernafas."

Khashoggi terbunuh dalam waktu tujuh menit dalam pembunuhan "terencana" yang direkam dalam rekaman. 

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan dia telah mendengarkan rekaman pembunuhan brutal tersebut.

Dia menyebut bahwa seorang ahli forensik meminta para eksekutor untuk mendengarkan musik sambil memotong tubuh Khashoggi.

"Itu adalah pembunuhan terencana ," kata Cavusoglu kepada surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung seperti dikutip dari Mirror, Senin (10/12/2018).

Saudi sempat mengatakan pria 60 tahun itu tewas dan tubuhnya terpotong ketika negosiasi untuk membujuknya untuk kembali ke Arab Saudi gagal.

Loading...
Loading...