Minggu, 09 Desember 2018 10:02 WITA

KKB Klaim 2 Warga Nduga Tewas, TNI Polri Masih Cari 5 Korban

Editor: Aswad Syam
KKB Klaim 2 Warga Nduga Tewas, TNI Polri Masih Cari 5 Korban
Dua anggota KKB mengenakan seragam militer dan senjata berstandar militer.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), menyebut, ada 6 korban warga sipil. Dua tewas dan empat lainnya kritis.

Itu dilansir Rakyatku.com dari TPNPBnews yang dikirim lewat media sosial, Sabtu,(8/12/2018).

Laporan tersebut dirilis kru TPNPBnews via radio gram dari Distrik Nirkuri, Yigi, Iniknggal, Mugi dan Yal.

Dalam rilis yang dikirim akun Constantinopel Ruhukail itu, menyebutkan, TNI-Polri melakukan penyerangan melalui udara menggunakan heli TNI sejak hari pertama sampai kemarin, yaitu 2 arah selatan kali Yigi dan timur arah berdekatan Wamena.

Bom kata Constantinopel Ruhukail, dijatuhkan dari udara 12 kali, yaitu Daerah Yigi 7 kali dan Mbua 5 kali. Tidak terhitung dengan tembakan senjata mesin melalui udara yang dihamburkan di daerah Yigi dan Mbua.

Korban warga sipil sebut Constantinopel Ruhukail, ada 6 orang. Di antaranya 2 tewas di tempat adalah aparat Desa Kunjondumu dan aparat Desa Wuridlak. Empat lainnya dalam keadaan kritis.

Masyarakat sebut kelompok pemberontak itu, lari behamburan ke hutan melindungi diri sejak hari pertama dan sampai sekarang belum dikumpulkan. Mereka tidak diketahui keberadaannya, termasuk kerugian material belum terhitung.

Sabtu kemarin sebut KKB, tidak ada serangan udara bom menggunakan helikopter.

Semua pasukan TNI dan Polri lanjut Constantinopel Ruhukail, berkumpul di Distrik Mbua dan tambahan personel TNI dan Polri dari Wamena jalur darat 50 mobil strada dan 2 tank perang dengan persenjataan lengkap, telah menuju ke Distrik Mbua.

KKB juga mengklaim, belum ada korban dari pihak mereka, sehingga siap tempur melawan TNI dan Polri.

Sementara itu, personel gabungan TNI-Polri, masih mencari lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui nasibnya, pasca penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Polisi berharap, kelimanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

"Mudah-mudahan kelima karyawan dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal seperti dilansir Antara, Sabtu (8/12/2018).

Lima karyawan yang belum diketahui nasibnya, yaitu M Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi dan Riki Simanjuntak.

Di tempat terpisah, Kapendam XVII Cendrawasih, Muhammad Aidi, menyebut KKB itu adlaah anggota kelompok Egianus Kogeya. Mereka berjumlah 50 orang. Memiliki senjata lengkap berstandar militer.

Keberadaan kelompok OPM di Kabupaten Nduga, menurut Aidi, mulai terdesak ketika pemerintah membangun jalan Trans Papua. Sebab selama ini Pegunungan Tengah dikenal sebagai markas OPM.

"Dengan adanya jalan Trans Papua, mulailah daerah ini terbuka dari isolasi. Terbukanya jalan, mereka (kelompok OPM) merasa terusik. Sebab otomatis TNI dan Polisi bergerak mendekati arah mereka," ujar Muhammad Aidi.