Minggu, 09 Desember 2018 09:30 WITA

"OPM...Berperanglah dengan Orang Bersenjata," Pesan Rekan Korban, OPM Balas Begini...

Editor: Aswad Syam
Emanuel Naikteas Bano, salah seorang korban penembakan.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Terbunuhnya beberapa pekerja jembatan di Nduga, Papua pada Minggu, 2 Desember lalu, menyisakan duka bagi kerabat dan rekan-rekan korban.

Seorang rekan korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, memposting pesan di Facebooknya.

Akun Juan Kristoforus Oematan Meko yang dilihat Rakyatku.com, 9 Desember 2018, memposting pesan untuk Organisasi Papua Merdeka (OPM), pihak yang dinilai bagian dari KKB yang bertanggung jawab atas kematian rekannya, Emanuel Naikteas Bano. Pesan itu diposting 7 Desember 2018.

"Catatan untuk OPM di Nduga Papua: Temanku ini, dia bukan tentara. Berperanglah dengan orang-orang yang memiliki senjata. Apa hebatnya OPM membunuh orang sipil tanpa senjata.

Emanuel Naikteas Bano adalah mahasiswa Teknik Sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Tenaga ahli sipil beberapa proyek jalan dan jembatan di Jawa dan Papua. Seorang pengusaha muda yang suka melanglang buana ke mana saja.

Turut berdukacita kawanku Emanuel Paulus Beli Naikteas Bano. Banyak impian cerita kita yang belum kita penuhi bersama. Tapi motivasi, kekuatan dari dalam membuat kita semua hidup penuh spirit.

Selamat jalan kawanku tetap saling mendukung dari dunia yang berbeda.

Kenal Batu Tulis Pertama hanya karena ajakanmu dan teman Freddy D'blues, di ruang sanggar seni bawah tanah daerah Babarsari, kita ramai-ramai membahas tentang ilmu pengetahuan. Waktu itu aku seperti orang asing, tidak tahu tentang apa-apa tapi akhirnya dengan sering berkumpul kita jadi tahu.

Kita memang hobi bertualang ke manapun. Saat di Aceh pun, orang GAM menduga saya tentara hanya karena fisik tinggi, besar dan rambut cepak. Hanya di Papua kalau orang mendugamu tentara, itu hal yang dibuat-buat. Perawakanmu sama sekali tidak seperti tentara. Tuhan melihat semua apa yang mereka lakukan terhadapmu dkk.

Hari ini kupercaya engkau telah pergi, setelah bingkai foto bernomor 11 dikirim ke hapeku," demikian tulisan Juan.

Tulisan tersebut dibalas seorang simpatisan OPM. Seorang dengan akun facebook, Constantinopel Ruhukail.

"Saudara Juan Kristoforus Oematan .......
Catatan Anda kepada OPM di Nduga akan kami sampaikan.

Bagaimana kalo kami orang Papua juga memberikan catatan yang sama ..... 
"Apa hebatnya TNI dan Polri setiap hari membunuh orang Papua yang tidak bersenjata?"

Jika Anda hidup di Indonesia, maka pasti Anda tahu bahwa ada begitu banyak orang Papua yang dibasmi oleh aparat keamanan Indonesia (TNI/Polri), sejak Indonesia menduduki tanah Papua 55 tahun lalu.

Apa bedanya?

Memangnya nilai kemanusiaan bangsamu lebih tinggi dari orang Papua?," tulis Constantinopel Ruhukail.

KKB yang membunuh 31 pekerja jembatan di Nduga, selalu mengirim propaganda di media sosial. Bahwa yang mereka bunuh bukan warga sipil, melainkan militer yang menyamar. Untuk mempengaruhi dunia internasional, mereka menyertakan foto-foto yang untuk menguatkan propaganda mereka.

Mereka mengirim foto Jonny Arung berseragam GP Nasdem yang mereka anggap seragam militer. Juga foto Jonny Arung berpose dengan Prabowo dan menyimpulkan Jonny adalah Kopassus.

Termasuk mengirim video pembaretan anggota Banser oleh Gus Nuril yang mereka anggap TNI dimanterai sebelum turun ke Papua.