Sabtu, 08 Desember 2018 20:53 WITA

Partai Baru di Makassar Punya Peluang Bersaing di Pileg 2019

Penulis: Rizal
Editor: Andi Chaerul Fadli
Partai Baru di Makassar Punya Peluang Bersaing di Pileg 2019

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 tersisa kurang lebih lima bulan lagi. Saat ini, semua calon anggota legislatif (caleg) yang maju bertarung telah menjajal Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing dalam tahapan kampanye.

Semua metode dan instrumen digunakan selama tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Tujuannya satu, meraup suara sebanyak-banyaknya dan menjadi pemenang. Caleg menang, partai politik pun berjaya.

Persaingan ketat diprediksi akan terjadi di Kota Makassar. Alasannya, baik parpol lama maupun parpol pendatang baru telah menyiapkan dan menyusun amunisi dengan memasang caleg-caleg terbaik.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto membeberkan faktor-faktor yang dominan mempengaruhi tingkat keterpilihan seorang caleg, khususnya di Kota Makassar. Menurutnya, untuk meyakinkan pemilih di Kota Makassar yang cenderung heterogen dan rasional, kesiapan seorang caleg dan parpol-lah yang akan banyak berbicara.

"Semua tergantung kesiapan masing-masing caleg dan partai politik. Tiap Dapil punya karakter dan level persaingan yang berbeda. Caleg incumbent yang merawat infrastuktur organisasi dan melayani konstituen dengan baik, tentu punya peluang lebih besar. Tipologi pemilih perkotaan yang rasional juga lebih aware dengan hal-hal yang terkait gagasan dan idealisme," tuturnya kepada Rakyatku.com, Sabtu (8/12/2018).

Akan tetapi, kata Luhur, status incumbent bukanlah jaminan pasti kelak akan terpilih kembali. Sebab, menurutnya, jika sang petahana tak mampu merawat konstituennya dengan baik, maka mereka juga harus bersiap numpang lewat di Pileg 2019.

"Kalau caleg-caleg lama itu juga stagnan dalam interaksi dengan konstituen, dalam artian hanya membantu konstituen secara sporadis dan tanpa persiapan yang memadai. Atau katakanlah baru muncul menjelang momen politik tertentu, maka bisa saja kursi yang selama ini di miliki akan rebut caleg baru yang lebih siap dan menawarkan model hubungan dan interaksi  yang lebih baik," jelasnya.

Disisi lain, Luhur menilai kehadiran sejumlah parpol pendatang baru di Pileg 2019 berpotensi menggaet pemilih di Kota Makassar yang dikenal melek demokrasi. Wajah baru dengan gagasan dan konsep yang baru pula akan jadi genre pembeda dengan parpol lama yang cenderung menawarkan konsep klasik.

"Kehadiran partai politik baru untuk perebutan kursi legislatif di Kota Makassar tidak bisa di anggap remeh. Terutama partai politik baru yang memiliki infrastruktur organisasi yg lengkap dan terkonsolidasi," katanya.

Apalagi, kata Luhur, sejumlah parpol pendatang baru tersebut tak muncul sembarangan. Sebagian diantara mereka memiliki kedekatan dengan infrastruktur birokrasi yang saat ini berkuasa.

"Beberapa partai politik baru ini memiliki kedekatan dan ikatan elektoral dengan penguasa. Partai seperti ini memiliki akses untuk bersinergi dengan infrastruktur birokrasi dan ormas yang di kuasai pemerintah kota," tutupnya.