Sabtu, 08 Desember 2018 19:32 WITA

Kejagung RI Turun Tangan Selidiki Aset Pemprov Sulsel

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Kejagung RI Turun Tangan Selidiki Aset Pemprov Sulsel
Kajati Sulsel Tarmizi

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Tim penyidik Kejaksaan Agung RI melakukan penyelidikan terhadap beberapa aset Pemprov Sulsel yang diduga terindikasi korupsi. Hal ini dibenarkan Kepala Kejati Sulsel Tarmizi. 

Menurut Tarmizi, penyelidikan itu terkait beberapa aset yang mengalami tukar guling dan pinjam pakai yang terindikasi mengalami kerugian negara. Salah satu aset Pemprov Sulsel yang diselidiki adalah gedung PWI yang sebelumnya disewakan oleh ketua PWI dan hasilnya tidak disetor ke kas Pemprov Sulsel. 

"Tim Kejagung ada di sini sudah tiga hari. Mereka terus melakukan penyelidikan terhadap aset Pemprov terkait berapa aset yang tukar guling, berapa aset yang pinjam pakai yang menurut tim dari Kejagung ada indikasi kerugian negara," kata Tarmizi, Jumat (7/12/2018). 

Meski demikian, Tarmizi tidak mengetahui secara rinci materi penyelidikan yang dilakukan penyidik Kejagung tersebut. Ia mengatakan Kejati Sulsel hanya membantu tim Kejagung tersebut dari segi ruangan dan membantu pemanggilan terkait siapa saja pejabat Pemprov yang diperiksa. 

"Secara detail saya tidak tahu karena itu kewenangan mereka. Tapi secara garis besarnya demikian," imbuhnya. 

Direktur Lembaga Anti Korupsi ACC Sulawesi Abdul Muthalib mengatakan kasus komersialisasi aset Pemprov kemungkinan juga melibatkan orang dalam Pemprov. Menurutnya, polisi memang harus mengusut hak itu karena terkesan adanya pembiaran. 

"Polda harusnya mengusut keterlibatan Pemprov dalam kasus komersialisai aset Pemprov Sulsel karena melakukan pembiaran orang melakukan korupsi, dimana Pemprov tahu asetnya dikomersialisasi tetapi dibiarkan. Hal ini dapat dijerat dengan pasal 24 UU Tipikor," kata Muthalib dalam keterangan tertulis. 

Muthalib menambahkan pihaknya sudah menyurati Pemprov Sulsel untuk mengamankan aset negara yang dikomersialkan. Namun Pemprov tidak menanggapi hal itu hingga aset Pemprov seperti gedung PWI Sulsel masih dikuasai pihak ketiga. 

"Jika Pemprov diam lagi, maka makin nyata jika Pemprov memang tidak berniat menjaga aset negara dan kami mendesak Polda ataupun Kejati mengusut keterlibatan Pemprov," imbuh Muthalib.