Sabtu, 08 Desember 2018 18:15 WITA

Sebelum Tewas Tertembak, Charly Sempat Tebus Perhiasan Ibu di Pegadaian

Penulis: Hamka Tadda
Editor: Aswad Syam
Sebelum Tewas Tertembak, Charly Sempat Tebus Perhiasan Ibu di Pegadaian
Charly Zatrino

RAKYATKU.COM, TORAJA UTARA - Sabtu siang, 8 Desember 2018. Ambulans meraung-raung membelah jalanan Desa Tallung Pananian, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara.

Di dalamnya, ada jasad Charly Zatrino terbaring kaku. Remaja 18 tahun itu, adalah salah satu korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Barat.

Raungan sirine ambulans, menyayat hati Yulianti. Putranya yang jadi harapannya untuk memperbaiki ekonomi keluarga, pulang jadi mayat. 

Sejak ayahnya terkena strok, anak ketiga dari 7 bersaudara itu jadi tulang punggung keluarga.

Ambulans berhenti di depan rumah. Pintu belakang dibuka. Sebuah peti mati diturunkan. Yulianti berkali-kali pingsan dan dipapah kerabat.

Terakhir kali berkomunikasi dengan ibunya, saat Charly menelepon ibunya. Dia mengirimkan uang ke ibunya untuk menebus perhiasan ibu di pegadaian.

Charly adalah salah satu karyawan PT Istaka Karya, yang menjadi korban penembakan KKB di Nduga, Papua Barat. Saat itu, Sabtu, 1 Desember, Charly digiring keluar dari camp, lalu dengan tangan terikat dia bersama rekan-rekannya yang lain digiring ke sungai.

Besoknya, Minggu, 2 Desember 2018, Charly dan rekan-rekannya disuruh jalan jongkok dan membentuk formasi bersaf. Mereka lalu diberondong peluru dari para kelompok pemberontak itu.