Sabtu, 08 Desember 2018 13:32 WITA

Kejati Sulsel Minta Bantuan KPK Lacak Keberadaan Jen Tang

Penulis: Himawan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kejati Sulsel Minta Bantuan KPK Lacak Keberadaan Jen Tang
Kepala Kejati Sulsel, Tarmizi, Sabtu (8/12/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Masih ada 32 DPO Kejati Sulsel yang menjadi buron dan bebas berkeliaran hingga hari ini.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejati Sulsel, Tarmizi saat menggelar konferensi pers terkait peringatan Hari Anti Korupsi internasional yang jatuh tanggal 9 Desember mendatang. 

Dari 32 DPO itu terdapat nama Soedirjo Aliman alias Jen Tang, mantan direktur PT. Jujur Jaya Sakti yang juga tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan Buloa. 

Tarmizi menegaskan sudah menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta bantuan menangkap tersangka yang sudah buron lebih dari setahun itu. 

"Hari ini sudah saya tandatangani suratnya ditujukan ke KPK. Mudah-mudahan KPK dengan peralatan yang memang memungkinkan tanpa izin pengadilan bisa lebih maksimal dan menginformasikan yang bersangkutan," kata Tarmizi, Jumat (7/12/2018).

Loading...

Selain Jen Tang, nama-nama yang juga menjadi DPO kasus korupsi Kejati Sulsel adalah Iqbal Lewa, Hatta Rapanna, dan Anwar Dg Pasikki. Untuk para DPO lain, Kejati juga sudah menyurati pihak kepolisian untuk melacak keberadaan para buronan itu. 

"Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia juga memiliki data ini untuk melakukan penangkapan DPO itu. Kami juga menyurati aparat penegak hukum lain seperti Kapolda untuk bisa berkoordinasi," imbuhnya. 

Sementara itu, hingga bulan November 2018, perkara korupsi yang masih dalam tahap penyelidikan di Kejati Sulsel ada 17 kasus sementara penyidikan ada 7 kasus. Adapun kasus yang ada di dalam tahap penuntutan ada 33 perkara.

Loading...
Loading...