Sabtu, 08 Desember 2018 07:15 WITA

M Agus Korban KKSB Papua, Sempat Kirim Uang Pembeli Kulkas untuk Ibu

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nur Hidayat Said
M Agus Korban KKSB Papua, Sempat Kirim Uang Pembeli Kulkas untuk Ibu
M Agus semasa hidup.

RAKYATKU.COM, GOWA - Jenazah M Agus (25) yang jadi korban Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua tiba di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (7/12/2018). 

Banyak cerita menarik mengiringi perjalanan M Agus. Ia di usianya yang baru sembilan bulan sudah jadi anak yatim, lantaran ayahnya Daeng Minggu telah meninggal dunia 1994 silam.

Di usianya baru sembilan bulan, ibu M Agus, Hasniati Daeng Lenteng, terpaksa berperan sebagai kepala keluarga sekaligus menjadi seorang ibu bagi anak semata wayangnya itu.

Ibu M Agus akhirnya mengakhiri masa jandanya dan menikah dengan Daeng Muang. Hasil pernikahan ibu Agus dikaruniai tiga orang anak.

Waktu terus berjalan Agus masuk sekolah dasar hingga menamatkan pendidikannya di bangku SMA Negeri 1 Bungaya 2011 lalu. Setelah tamat, iapun memutuskan untuk merantau di Malaysia pada 2014 selama dua tahun.

"Agus dua tahun di Malaysia kerja baru kembali lagi," kenang Daeng Lenteng.

Setelah dari Malaysia, Agus akhirnya memutuskan ke Papua dibawa bendara PT Istaka Karya untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Papua Kabupaten Nduga kurang lebih satu tahun lamanya.

Minggu (2/12/2018), insiden berdarah atas aksi keganasan KKSB di Papua menghabisi nyawa para pekerja.

Di antaranya adalah M Agus, warga Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Insiden itu sudah mulai muncul di media sosial dan sudah resmi dimuat oleh media-media terikat kejadian yang menelan nyawa puluhan orang pekerja itu.

Sehari setelah kejadian, info itu sudah mulai sampai ke sanak keluarga Agus. Seorang di antara mulai meng-upload di Facebook kalau Agus juga menjadi korban yang meninggal. Kabar itu mulai ramai dan menjadi perhatian.

Meski demikian, pihak keluarga lainnya masih belum yakin kalau M Agus juga menjadi korban yang meninggal dunia, dengan alasan belum ada informasi yang resmi dari Papua maupun pihak perusahaan tempat Agus bekerja.

Keyakinan itu tetap diteguhkan oleh keluarga Agus dan orang tuanya dengan harapan Agus tidak termasuk korban yang meninggal dunia. Kini semua itu telah terjawab.

Kedatangan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga bersama rombongan dari Polres Gowa, Kamis (6/12/2018) ke rumah orang tua Agus menyampaikan dengan hati-hati agar keluarga Agus tidak histeris.

"Sebelumnya saya datang ini turut berduka yah ibu, saya juga ingin menyampaikan hasil koordinasi kami dari pihak kepolisian Polres Timika, atas nama Agus juga meninggal," ungkap Shinto Silitonga.

Tak sampai di situ, Shinto Silitonga juga berusaha menyambungkan via seluler antara ibu Agus dengan Kabag Ops Polres Timika, AKP Andika untuk bicara langsung dan menanyakan langsung terkait kabar anaknya itu. Hasil pembicaraan, Agus betul meninggal dunia.

"Anak saya itu pekerja dan penyabar, dia tulang punggung keluarga kami, ada adiknya tiga orang," cerita ibu Agus.

Bahkan sebelumnya, Agus sempat mengirim uang kepada ibunya Rp10 juta. terakhir sebulan lalu ia juga mengirim uang. "Baru-baru juga Rp600 ribu, untuk membeli kulkas," kenang Hasniati Daeng Lenteng.

Agus kelahiran 1994 yang dikenal pendiam dan penurut di mata keluarganya itu juga berencana akan pulang bulan ini untuk melamar kekasihnya dan rencana akan menikah 2019.