Jumat, 07 Desember 2018 18:22 WITA

24 DPO Koruptor Dieksekusi, Kasus dari Bone Mendominasi

Penulis: Himawan
Editor: Mulyadi Abdillah
24 DPO Koruptor Dieksekusi, Kasus dari Bone Mendominasi
Kepala Kejati Sulsel Tarmizi saat memberikan keterangan pers, Jumat (7/12/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ada 24 DPO koruptor yang berhasil dieksekusi oleh penyidik Kejati Sulsel sepanjang tahun 2018. Eksekusi ini dilakukan melalui Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejaksaan Agung RI Periode 2018.

Kepala Kejati Sulsel Tarmizi menyebut, ada 11 DPO korupsi di Kabupaten Bone yang dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan.

"Dari semua 24 ini, yang terbanyak ada di Kejari Bone. Bone ada lebih kurang 11 orang. Yang lain ada di Gowa, Luwu, dan daerah lain," kata Tarmizi saat menggelar konferensi pers, Jumat (7/12/2018).

Dari total 24 DPO itu, nama-nama seperti Taufan Ansar Nur, mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin,  Arsyad Manro'nyo, dan Husain Abdul Razak. Yang menyita perhatian, tentunya penangkapan Taufan Ansar Nur, Direktur PT Citratama Timurindo yang menjadi rekanan pembangunan Pasar Pabaeng-baeng Makassar. 

Kasi Penkum Kejati Sulsel Salahuddin mengungkapkan,  Taufan telah buron sejak tahun 2009 silam. Ia ditangkap salah satu hotel berbintang di Jakarta. 

Pada tahun 2014, Mahkamah Agung memutuskan hukuman 4 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek pembangunan pasar Pa'baeng-baeng yang menggunakan anggaran APBN tahun 2009 dengan anggaran sebesar Rp12,5 miliar.

"Salah satu DPO kita yang sudah lama buron sudah berhasil ditangkap oleh tim Intelijen Kejagung. Proses sudah dilanjutkan juga di lapas," kata Salahuddin.