Jumat, 07 Desember 2018 15:33 WITA

Soal Sistem Ganjil Genap di Makassar, Kadishub Sulsel: Masih Butuh Kajian

Penulis: Fathul Khair
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Soal Sistem Ganjil Genap di Makassar, Kadishub Sulsel: Masih Butuh Kajian
Ilyas Iskandar. (Foto/Dok)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Ilyas Iskandar menyebut, penerapan sistem ganjil genap pada sejumlah jalan yang padat kendaraan di Kota Makassar, membutuhkan kajian yang lebih dalam.

"Kan tidak bisa langsung diterapkan itu, kita kaji dulu. Ada tim tersendiri yang akan melihatnya seperti apa. Apakah sudah saatnya diterapkan, atau belum," kata Ilyas saat dikonfirmasi Rakyatku.com, Jumat (7/12/2018).

Sehingga Ilyas belum bisa menyebut, Kota Makassar sudah saatnya menerapkan sistem ganjil genap. Apalagi kata dia, masih harus ada komunikasi yang intensif dengan Kemenhub, meskipun awalnya sudah mendapat dorongan untuk menerapkan sistem ini.

"Saya tidak bisa katakan sudah saatnya atau belum saatnya. Karena memang masih butuh kajian," jelasnya.

Apalagi, Ilyas mengaku, tidak tahu secara pasti berapa beban lalu lintas pada suatu ruas jalan atau Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) di Kota Makassar.

"Pertumbuhan kendaraan kayaknya Samsat yang lebih tahu itu. Saya belum punya datanya," pungkas Ilyas.

Loading...

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong Kota Makassar sebagai salah satu kota di Indonesia dalam penerapan sistem ganjil genap, utamanya pada kendaraan di ruas-ruas jalan yang sudah sangat padat.

"Pak Menteri (Perhubungan) memang pernah mengatakan, Makassar sudah saatnya," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Budi Setiadi saat ditemui di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kamis (6/12/2018).

Dikatakan Budi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong sejumlah daerah agar menerapkan sistem ganjil genap. Jadi, pihaknya mesti memberikan pemahaman kepada pemerintah kota di Indonesia, agar melakukan manajemen rekayasa lalu lintas.

Ia mencontohkan jalan AP Pettarani. Kemacetan di jalan tersebut, sudah sangat dikeluhkan masyarakat. Terutama di jam berangkat dan pulang kerja.

"Mungkin itu bisa kita terapkan. Pagi mungkin (kendaraan apa) yang bisa lewat, bisa ganjil genap. Hari ini mungkin ganjil, atau jam tertentu saja. Minimal pembatasan kendaraan pada jam tertentu," jelasnya.
 

Loading...
Loading...