Kamis, 06 Desember 2018 23:18 WITA

Polisi Amankan Kosmetik Ilegal asal Luar Negeri di Gowa

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Adil Patawai Anar
Polisi Amankan Kosmetik Ilegal asal Luar Negeri di Gowa

RAKYATKU.COM, GOWA - Jajaran Kepolisian Polres Satuan Narkoba berhasil mengamankan kosmetik dari luar negeri yang siap diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Temuan produk kecantikan tersebut ditemukan saat pihak kepolisian melakukan penggerebekan di rumah pelaku MAH (41) di Jalan Dato' Panggentungan, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Rabu (5/12/2018) kemarin.

Saat pengungkapan kasus tersebut dirilis di halaman Mako Polres Gowa, Kamis (6/12/2018), Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, kemasan yang diamankan ada beberapa yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.

"Artinya barang-barang ini potensial dari luar negeri, dan pelaku mengakui kalau ia pesan media sosial lalu dikirim lewat Parepare lalu diantar sampai ke Makassar," kata Shinto Silitonga.

Menurut Shinto, tersangka melakukan bisnis kosmetik ilegal sudah berjalan sejak tahun 2015. Dari tangan tersangka, polisi menyita ribuan barang bukti whitening cream sebanyak 2.880 pcs.

"Ada juga RL sebanyak 1400 pcs, Maxi Peel sebanyak 95 botol, Supra Ginseng sebanyak 12 pcs, Diamond Cream sebanyak 132 pcs, Mahkota sebanyak 144 pcs, Stoner sebanyak 12 botol, Bahan baku bubuk cream sebanyak 15 kg yang sudah di kemas dalam bungkusan plastik berbagai ukuran dan Sabun pembersih wajah sebanyak 12 pcs," ujar Shinto Silitonga.

Sementara itu, Kasat Narkoba, AKP Maulud mengatakan, kosmetik yang diamankan tidak menggunakan label BPOM yang sasaran penjualan Los pasar di Kabupaten Gowa.

"Konsumen mendatangi rumah pelaku untuk membeli dan pelaku memesan barang tiga kali seminggu kepada pemasoknya yang berinisial (NI). Sebagian kosmetik berasal dari Malaysia," tukas Maulud.

Atas perlakuannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 197  jo pasal 106 ayat (1), pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3), pasal 198 jo  pasal 108 UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan serta pasal 62 ayat (1).

"Pelaku juga dikenakan pasal 8 huruf (a) dan (d) UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda sebesar 1,5 miliar," demikian Shinto.