Jumat, 07 Desember 2018 00:01 WITA

Alat Bukti Tersangka Korupsi Sewa Menara Masjid Agung Palopo Dinilai Belum Cukup

Penulis: Himawan
Editor: Adil Patawai Anar
Alat Bukti Tersangka Korupsi Sewa Menara Masjid Agung Palopo Dinilai Belum Cukup

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyidik Dirreskrimsus Polda Sulsel dinilai keliru dalam menetapkan Syarifuddin Daud sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan menara masjid Agung Palopo. 

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Syarifuddin, Anwar Amiruddin usai sidang praperadilan yang digelar di PN Makassar, Kamis (6/12/2018). Menurut Amir, penyidik tidak memiliki alat bukti yang kuat dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka. 

"Alasan apa yang digunakan pemerintah kota Palopo bahwa itu (masjid agung) aset pemkot," kata Anwar. 

Anwar mengatakan, menara masjid Agung Palopo memang disewakan oleh pengurus masjid dimana Syarifuddin Daud merupakan ketua dewan pembina Masjid Agung itu. Menara itu disewakan untuk dijadikan salah satu tower sinyal jaringan telepon seluler. 

Namun hasil dari penyewaan menara itu digunakan untuk mendanai operasional masjid yang terletak di Kota Palopo. Anwar pun mengungkapkan hingga saat in penyidik belum mampu menunjukkan surat sertifikat kepemilikan pemkot atas yayasan masjid agung Kota Palopo itu. 

"Pemerintah Palopo tidak pernah membuktikan kepemilikan atas masjid itu apakah itu sertifikat, itu tidak pernah ada," imbuhnya. 

Sementara itu, salah satu perwakilan Dirreskrimsus Polda Sulsel di sidang praperadilan Syarifuddin Daud mengungkapkan prosedur penetapan tersangka yang dilakukan penyidik sudah tepat. 

Menurut penyidik yang enggan disebutkan namanya itu, dari rangkaian penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan pihaknya, masjid agung Palopo itu adalah milik Pemkot Palopo sehingga Syarifuddin terbukti sebagai menyalahgunakan aset pemerintah. 

"Sudah sesuailah. Karena sebelum dinaikkan ke penyidik kan itu digelar. Ada gelar perkaranya, penetapan tersangkanya digelar, jadi bukan mau saya sendiri," pungkasnya. 

Selain kasua di atas, Syarifuddin Daud dalam kasus lain yaitu dugaan penyelewengan dana hibah masjid Agung Palopo juga ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kasus tersebut sudah memasuki tahapan persidangan di PN Makassar.