Jumat, 07 Desember 2018 01:27 WITA

Prabowo Hanya Ingin Pemimpin Media Berlaku Adil

Editor: Adil Patawai Anar
Prabowo Hanya Ingin Pemimpin Media Berlaku Adil

RAKYATKU.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari kekecewaan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terhadap jurnalis di acara Hari Disabilitas Dunia, Rabu (5/12).

Menurut dia, pernyataan Prabowo adalah bentuk kebijaksanaan pemimpin agar pemilik media bisa berlaku lebih adil.

"Jadi kalau buat saya pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan kebijaksanaan pemimpin agar media berlaku adil," kata Mardani dilansir merdeka.com, Kamis (6/12).

Prabowo diduga marah karena beberapa media tidak menyiarkan objektif dalam menyiarkan jumlah peserta aksi reuni 212. Kata Mardani, itu terjadi karena tidak diadakannya konferensi pers resmi untuk mengungkap berapa jumlah peserta yang sebenarnya.

"Kalau menurut saya kemarin mungkin enggak ada konferensi pers. Kita biasanya, sesudah acara, #2019gantipresiden ingat enggak tanggal 6 Mei 2018 abis itu kita konferensi pers, kita bagiin, apa sih isinya, berapa jumlah yang hadir, semua bisa dikutip," ungkapnya.

"Bahwa ada miss match karena tidak ada konferensi pers sangat mungkin," sambungnya.

PKS, lanjut Mardani, menganggap insan media sebagai kawan dari partai politik. Dia juga paham bahwa setiap redaksi memiliki kebijakannya tersendiri.

"Ya tentu setiap media punya kebijakan redaksionalnya masing-masing dan bisaiarkan publik nanti yang menilai. Karena menurut saya ada satu peristiwa yang hot dan bernuansa politik tinggi, bisa jadi hot issue tidak dimuat, ya dia kehilangan momentum untuk attract people untuk masuk ke medianya. Jadi menurut saya itu haknya media," ucapnya.

Diketahui, Prabowo Subianto menumpahkan kekecewaannya terhadap jurnalis saat pidato Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Prabowo mengklaim jurnalis atau wartawan yang datang hanya mencari kesalahan dalam berucap. Kesalahan itu akan menjadi bahan untuk 'gorengan' kubu Jokowi.

"Ada saja enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong," ketus Prabowo.