Kamis, 06 Desember 2018 18:03 WITA

Polisi Lakukan Tes DNA untuk Kasus Pencurian Sebotol Yogurt, Warga Marah

Editor: Suriawati
Polisi Lakukan Tes DNA untuk Kasus Pencurian Sebotol Yogurt, Warga Marah
INT

RAKYATKU.COM - Polisi di Taiwan dikecam karena membuang-buang uang negara untuk menyelesaikan kasus remeh dengan melakukan tes DNA.

Kemarahan warga meledak setelah media setempat mengungkapkan bahwa polisi baru-baru ini melakukan tes DNA yang menghabiskan banyak anggaran untuk mencari tahu siapa yang minum sebotol yoghurt seharga $2 (Rp29.000).

Kasus itu dilaporkan oleh mahasiswa Universitas Kebudayaan China di Taipei yang tinggal seatap dengan lima temannya.

Dia mengadu kepada polisi setelah dia menemukan salah satu botol yoghurt-nya di tempat sampah. Namun, tidak ada teman serumahnya yang meminta izin untuk minum yogurt itu.

Awalnya, dia mengadakan rapat darurat dan menanyai lima temannya, apakah salah satu dari mereka telah mencuri yogurtnya.

Ketika tidak satupun dari mereka yang mengaku, wanita itu pergi ke kantor polisi, dan membawa botol yougurt kosong sebagai bukti.

Alih-alih menolak kasus itu, polisi Tapei malah menerimanya dan mulai menghabiskan banyak anggaran untuk penyelidikan.

Setelah mendengar cerita wanita itu, polisi menginterogasi lima teman pelapor. Namun mereka semua membantah meminum yogurt itu.

Karena mereka tidak dapat menemukan sidik jari pada botol, polisi memutuskan untuk melakukan tes DNA forensik pada lima tersangka, serta pelapor.

Menurut TVBS News, kepolisian Taipei menghabiskan total NT $18.000 (Rp8,4 juta) untuk peralatan penyelidikan forensik, dan untuk 6 tes DNA.

Tidak jelas apakah mereka benar-benar berhasil menemukan pelakunya, tapi yang pasti, polisi berhasil menarik kecaman.

Cerita itu menjadi viral dan orang-orang bereaksi dengan marah di media sosial. Mereka menuduh polisi membuang-buang anggaran untuk kasus-kasus bodoh, dan bukannya menyelesaikan kejahatan nyata.

Bahkan sumber dari kepolisian sendiri (yang memilih untuk anonim) membandingkan kasus itu dengan menggunakan meriam untuk menembak burung. "Itu benar-benar tidak sejalan dengan prinsip proporsionalitas".

Tags