Kamis, 06 Desember 2018 15:19 WITA

Pengamat: Sistem Ganjil Genap di Makassar Butuh Kajian Mendalam

Penulis: Himawan
Editor: Andi Chaerul Fadli
Pengamat: Sistem Ganjil Genap di Makassar Butuh Kajian Mendalam

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kemacetan kini menjadi salah satu problematika bagi pengendara di Makassar. Meningkatnya arus lalu lintas kendaraan setiap harinya merupakan salah satu biang kemacetan yang ada di ibu kota Sulawesi Selatan itu. 

Bahkan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulselbar melalui Benny Nurdin Yusuf mengungkapkan sudah saatnya menerapkan sistem ganjil genap untuk kendaraan yang ingin melintas di jalan. Hal ini turut ditanggapi pengamat transportasi Lambang Basri Said. 

Menurut akademisi Universitas Muslim Indonesia ini, butuh kajian yang mendalam untuk menerapkan sistem ini. Namun ia menyebut beberapa jalan di Makassar yang memungkinkan untuk dijadikan jalur ganjil salah satunya adalah ruas Jalan Sultan Hasanuddin. 

"Sultan Hasanuddin itu kan lagi repot sekarang dengan adanya suatu arah dari barat itu. Oleh karena itu bisa diapit dari keberadaannya oleh Jenderal Sudirman dengan ruas jalan yang ada di pantai sana," kata Lambang kepada Rakyatku.Com, Kamis (6/12/2018).

Dia mengatakan, ada beberapa jalan yang sebelumnya cocok untuk diterapkan oleh kendaraan ganjil genap. Seperti Jalan Somba Opu. 

Namun, ia menilai pemerintah sudah menyiasati kepadatan di area ini dengan cara menerapkan area satu arah di jalan ini. 

Loading...

Begitupun dengan jalan yang ada di Jalan AP Pettarani. Menurutnya, jalan ini tidak efektif untuk diterapkan sebagai jalur ganjil genap. Menurutnya saat ini Jalan AP Pettarani telah dibanguni fly over yang jangka penjangnya untuk memerangi kemacetan itu sendiri. 

"Pettarani saya kira sulit. Karena biasanya ganjil genap itu kalau misalnya kalau kepadatan lalu lintas betul-betul sudah siginifikan dan yang ketiga tidak bisa dalam formulasi semua kendaraan lewat di situ," imbuhnya.

Basri mencontohkan. Dalam penerapan sistem ganjil genap, pemerintah harus memperhatikan dampak dari penerapan sistem ini. Menurutnya salah satu implikasi yang paling signifikan jika aturan ini diterapkan di jalan tertentu bisa saja ada ruas jalan lain yang akan terkena macet yang lebih parah. 

Untuk itu ia mengimbau pemerintah tetap memperhatikan manajemen ruas jalan lain untuk mengantisipasi kemacetan di jalan-jalan yang ada di Makassar. Salah satunya ialah manajemen waktu lewatnya kendaraan. 

"Yang ketiga manajemen ruang sperti yang sekarang ini. Dengan adanya fly over itu nanti kendaraan dengan kecepatan tinggi bisa lewat jalur atas atau kalau mau melintas dari barat ke timur bisa lewat jalur bawah," jelas dia.

Loading...
Loading...