Kamis, 06 Desember 2018 08:42 WITA

Pemberontak Papua Klaim 5 Bom Dijatuhkan dari Helikopter, Tapi Tak Sentuh Tanah

Editor: Mays
Pemberontak Papua Klaim 5 Bom Dijatuhkan dari Helikopter, Tapi Tak Sentuh Tanah
Sebby Sambom

RAKYATKU.COM, PAPUA – Sebanyak lima helikopter, empat milik TNI dan satu milik Polri, dikerahkan ke Kenyam, Papua Barat. 

Helikopter itu dikerahkan sejak Selasa (4/12/2018), untuk mengevakuasi jenazah para korban penembakan pemberontak Papua Merdeka atau yang kerap disebut Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Namun, para pemberontak itu mengklaim lima helikopter tersebut menjatuhkan bom berdaya ledak tinggi. Pemberontak yang menyebut diri mereka Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPB) mengatakan, bom tersebut tidak meledak karena tidak menyentuh tanah. 

“Tak satu pun bom yang dijatuhkan menyentuh tanah, apalagi melukai milisi TPNPB,” ujar juru bicara OPM Sebby Sambom, seperti dilansir RMOL.

Sebby menolak disebut pemberontak. Menurut dia, Indonesia adalah negara kolonial, dan mereka adalah pejuang sejati yang akan membebaskan Republik West Papua.

Sebby mengakui, OPM bertanggung jawab atas penembakan pekerja Trans Papua di Nduga. Dia menyatakan, solusi masalah Papua adalah kemerdekaan dan berdaulat sendiri sebagai bangsa. Bukan jalan Trans Papua maupun pembangunan lainnya.

loading...

“Kami tidak butuh pembangunan oleh pemerintah kolonial RI. Kami hanya ingin kemerdekaan penuh,” imbuhnya.

Dia meminta menghentikan semua pembangunan infrastruktur, dan segera melakukan perundingan antara wakil TPNPB-OPM dan pemerintah RI untuk menentukan masa depan bangsa Papua.

Sebby menyebut, Distrik Mbua sampai Habema adalah medan perang TPNPB. Bukan Distrik Dal Yigi dan lainnya.

“Jangan menyerang warga sipil di sembarang tempat di Papua,” ucapnya ditujukan ke TNI-Polri.

Loading...
Loading...