Rabu, 05 Desember 2018 23:22 WITA

Jaksa dan Pengacara Abu Tours Berdebat Sengit, Hakim Skorsing Sidang

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Jaksa dan Pengacara Abu Tours Berdebat Sengit, Hakim Skorsing Sidang
Suasana pengunjung sidang kasus Abu Tours, Rabu (5/12/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Sidang mendengarkan keterangan saksi fakta dalam perkara penggelapan dan pencucian uang jemaah Abu Tours diwarnai perdebatan jaksa penuntut umum dengan pengacara terdakwa. 

Perdebatan ini terpaksa membuat Ketua Majelis Hakim Denny Lumban Tobing menskorsing sidang. Perdebatan bermula ketika jaksa penuntut umum menghadirkan tiga orang saksi fakta dari perbankan. 

Ketiga saksi tersebut bernama Ahmad Fadel dari Bank BCA, Muhammad Aditya dari Bank Mandiri, dan Linggrianti Santoso dari Bank Panin. Kuasa hukum terdakwa Hamzah Mamba menolak saksi ini karena tidak berkompeten untuk memberikan kesaksian di dalam persidangan. 

"Mereka tidak bisa untuk membuka kerahasiaan bank. Kapasitasnya tidak tepat untuk menerangkan kerahasiaan rekening orang, kepada orang lain. Itu kalau kita mengacu pada pasal 42 A UU Nomor 10 Tahun 1998," kata Yulianto, salah satu kuasa hukum Hamzah Mamba, Rabu (5/12/2018). 

Yulianto menerangkan bahwa saksi dari perbankan jika ingin memberikan keterangan di persidangan harus terlebih dahulu disetujui oleh gubernur Bank Indonesia. Jika hal itu tidak dipatuhi, maka ketiga saksi bisa dijerat pasal 47 Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 dengan hukuman penjara maksimal empat tahun. 

"Ada aturan mainnya, penyidik melalui Kapolri menyurat ke Bank Indonesia. Nanti dari BI, yang memberikan izin. Nanti dari izin BI maka pihak bank baru bisa wajib memberikan keterangan," jelasnya. 

Jaksa dan Pengacara Abu Tours Berdebat Sengit, Hakim Skorsing Sidang

Namun hal itu disanggah Darmawan Wicaksono, salah satu jaksa yang hadir. Dia menerangkan pihak bank bisa saja memberikan kesaksian ketika terdakwa dikenakan pasal pencucian uang. Hal itu ditujukan agar transaksi dana dari pelaku pencucian mudah diketahui. 

loading...

"Terdakwa ini dikenakan pasal pencucian uang, tidak hanya penggelapan dan penipuan. Jadi ini penting dan itu sudah sesuai undang-undang persidangan," kata Wicaksono. 

Mendengar hal ini, ketua majelis hakim terpaksa menskorsing sidang selama sepuluh menit. Denny beranggapan perdebatan ini harus diselesaikan dengan musyawarah hakim untuk memutuskan apakah saksi bisa memberikan keterangan atau tidak. 

Hal ini sontak membuat jemaah dan agen yang jadi korban Abu Tours geram. Salah satu korban, Indira tidak terima dengan sikap pengacara Hamzah Mamba. 

"Tidak bisa pak hakim. Harus dilanjut ini sidang. Kami datang ke sini karena betul-betul mau dengar semua keterangan saksi. Gara-gara dia (Hamzah Mamba) kami ini tidak jelas, mau bagaimana," teriak Indira. 

Namun, Denny tetap menskorsing sidang. Tidak lama setelah skorsing, hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang dan memberi kesempatan ketiga saksi memberikan keterangan perihal aliran dana Abu Tours. Namun kesaksiannya hanya seputar yang tercantum di BAP. 


 

Loading...
Loading...