Rabu, 05 Desember 2018 14:36 WITA

Jokowi Perintahkan Buru KKB Papua Sampai ke Akarnya, Fadli Zon: Pemerintah Gagal

Editor: Nur Hidayat Said
Jokowi Perintahkan Buru KKB Papua Sampai ke Akarnya, Fadli Zon: Pemerintah Gagal
Ilustrasi. (Foto: Liputan6).

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo memerintahkan TNI-Polri memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membunuh 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. 

"Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Indonesia. Dan kita tidak akan pernah takut," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, dikutip Detik.com, Rabu (5/12/2018).

"Bahkan membuat tekad saya membara untuk melanjutkan tugas besar kita. Untuk membangun tanah Papua. Serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," imbuh Jokowi.

"Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab dan tidak berperikemanusian tersebut. Kita akan tumpas mereka sampai akar-akarnya," tegas Jokowi.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, jufa mengecam pembunuhan 31 pekerja Trans Papua oleh KKB. Ia menilai pemerintah telah gagal mengatasi keamanan Papua dari gerakan separatis.

"Insiden peristiwa penembakan 31 orang di Papua ini sebenarnya menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal untuk mengatasi keamanan di Papua terkait dengan gerakan separatis Papua atau mereka juga melakukan tindakan-tindakan teror," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2018). 

Loading...

Menurut Fadli, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap pengamanan di Papua. "Tahun lalu juga demikian ada penyanderaan bahkan dan seperti tidak bertuan. Beberapa daerah itu dikuasai oleh mereka nah mestinya ada pelibatan juga dari pihak TNI karena ini juga menyangkut masalah ancaman terhadap kedaulatan negara ancaman terhadap keselamatan bangsa dan ini kejadian yang berulang," tuturnya. 

Fadli meminta pemerintah tegas dalam menangani persoalan ini. "Tidak bisa Penanganannya itu penanganan yang normatif. Selama ini kesan saya pemerintah begitu tegas keras misalnya dalam persoalan persoalan politik tetapi ini bukan politik ini persoalan yang merupakan ancaman kedaulatan negara, harus ditumpas gerakan separatis ini," ujar Fadli. 

"31 orang itu angka yang sangat besar, sangat besar. Jangan dianggap enteng peristiwa ini dan menurut saya harus ada satu tindakan yang drastis untuk mengembalikan order ketertiban dan keamanan di sana," katanya. 

"Karena kalau tidak ini akan menjadi satu pola satu modus dari kelompok bersenjata atau gerakan separatis pemberontakan. Ini yang saya kira akan membuat pola-pola yang sama, di samping itu juga saya kira harus ada upaya diplomasi yang kuat terutama di beberapa negara," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, 31 pekerja jembatan Trans Papua tewas ditembak. Setelah itu, pelaku menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Nduga, dan menyebabkan 1 orang anggota TNI tewas dan satu terluka.

Loading...
Loading...