Rabu, 05 Desember 2018 13:52 WITA

Main Sepak Bola Tarkam, Dua WNA asal Ghana Dideportasi

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Nur Hidayat Said
Main Sepak Bola Tarkam, Dua WNA asal Ghana Dideportasi

RAKYATKU.COM, PAREPARE — Ephson Edward (26) dan Patrick Selorm Kwasi Agbeli (16), dua Warga Negara asing (WNA) asal Ghana diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Parepare. 

Kedua kakak beradik ini diamankan sesaaat sebelum memasuki lapangan Andi Majjaraeng, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang menjadi venue gelaran Bupati Cup III.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Pareparee, Noer Putra Bahagia menjelaskan tindakan deportasi berawal dadri tindak lanjut laporan warga terkait adanya dua pemain asing yang memperkuat Garuda FC, salah satu klub sepak bola Amatir yang menjadi peserta turnamen antarkampung (Tarkam) tahunan tersebut.

"Kita turun dan langsung mengamati beberapa pertandingan yang dilakoni dua pemain asing tersebut, saat pertandingan ketiga langsung kami amankan keduanya," urai Noer Putra, Rabu (5/12/2018).

Noer menjelaskan dari hasil pemeriksaan, keduanya memiliki paspor dengan visa kunjungan bebas untuk berwisata.

"Keduanya menyalahgunakan izin tinggal. Harusnya untuk berwisata, namun digunakan untuk mencari nafkah," terang dia.

Informasi yang dihimpun pihak imigrasi, kedua pemain di bawah naungan agen Sabrina Indo Sport dan tengah mencari klub profesional di Indonesia. Setiap pertandingan keduanya dibayar dengan kisaran antara Rp800 ribu hingga Rp2 juta.

"Dapat bonus juga bila mencetak gol atau meraih kemenangan. Namun hingga tadi malam keduanya tidak mengakui jika dibayar," urai dia.

Rencananya, Imigrasi Kelas II Kota Parepare akan melakukan deportasi terhadap keduanya pada Sabtu (8/12/2018) pekan ini.