Senin, 03 Desember 2018 22:53 WITA

"ACU Itu Kayak Asu Pak Hakim," Mantan Wartawan Ini Bersaksi Beratkan Maqbul

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Saksi kasus ujaran kebencian Maqbul Halim, saat diambil sumpahnya sebelum bersaksi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian yang melibatkan politisi partai Golkar Maqbul Halim, kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (3/12/2018). Dalam sidang itu, jaksa penuntut umum menghadirkan saksi kunci dan saksi ahli.

Saksi kunci itu bernama Muhammad Basri. Mantan wartawan ini, mengaku mengenal Maqbul Halim sebagai publik figur. Dalam keterangannya di depan majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono, Basri mengungkapkan, kata ACU dalam status Maqbul merujuk bahasa Makassar yang berarti binatang. 

"Kalau orang menulis kata ACU, sebenarnya tidak pantas diucapkan atau dituliskan ke orang. Karena dia manusia. Karena kata ACU mengarah ke binatang," kata Basri. 

Basri mengatakan saat pertama kali dia melihat tweet Maqbul di media sosial twitter, yang menuliskan ACU (akronim dari Appi-Cicu, salah satu pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar) langsung melakukan screenshoot. 

Setelah itu, ia bertemu dengan Muchtar Juma, salah satu kuasa hukum dari Aksa Mahmud, nama yang tersinggung dengan status Maqbul itu. Usai bertemu, Basri pun memberi kesaksian di penyidik kepolisian, yang menurutnya kata ACU di status sosial media Maqbul itu bermakna negatif. 

"Kalau ACU-nya yang dituliskan pasti negatif jadinya. Kecuali dia pakai singkatan Appi-Cicu. Karena saya membacanya langsung megatif gitu. Kayak asu gitu," terangnya.

Loading...

Saat pengacara Maqbul Halim Adnan Buyung Azis menanyakan, apakah Munafri Arifuddin (Appi) dan Rachmatika Dewi (Cicu) tersinggung dengan status Maqbul tersebut, Basri mengungkapkan bahwa tidak ada yang tersinggung. 

Begitupun saat ditanya apakah isi status Maqbul tersebut ditafsirkan sebagai binatang, Basri mengatakan tidak mengetahuinya. Namun, ia mengungkapkan jika kata Acu biasa dipakai sebagai guyonan untuk merujuk kata Asu dalam bahasa Bugis, yang berarti anjing. 

"Ada kalanya dipakai kata acu (sebagai anjing). Misalnya tidak dipakai kata asu, orang biasanya pakai acu. Kalau lagi guyonan misalnya," pungkas Basri. 

Sidang Maqbul Halim sendiri akan dilanjutkan pada Senin pekan depan. Diagendakan, Maqbul akan menjalani pemeriksaannya sebagai terdakwa dalam sidang kasus ujaran kebencian yang dilaporkan Aksa Mahmud, melalui kuasa hukumnya beberapa bulan lalu.

Loading...
Loading...