Senin, 03 Desember 2018 22:06 WITA

"Berhentilah Rekam Saya," Pramugari Rebut Ponsel Pria Mabuk, Tapi Dia Dibanting

Editor: Aswad Syam
Qantas Airlines

RAKYATKU.COM, PERTH - April 2017. Qantas baru saja hendak bertolak dari Port Hedland ke Brisbane. Saat hendak take-off, pramugari Karen Dwyer menyadari dua orang telah menggunakan tiket masuk yang sama. Salah satu penumpang itu, Patrick Walters.

Pramugari Dwyer berkata ke Walters, dia tidak bisa melakukan itu. Walters kemudian mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam video.

Dwyer kemudian mengingatkan peraturan keamanan yang dikeluarkan pemerintah, bahwa tidak boleh mempublikasikan suasana di dalam pesawat ke media sosial atau sejenisnya, dan menyuruhnya untuk berhenti syuting dua sampai tiga kali. "Berhentilah merekam saya," ujar Dwyer.

Rekannya Dwyer, Laura Norton mengatakan Dwyer mencoba untuk mematikan video dengan menyentuh tombol merah, tetapi Walters terus memindahkan ponsel.

"Ada tarik menarik telepon, sebelum kemudian Dwyer didorong ke dapur," ujar Norton.

Norton kemudian menghentikannya beberapa kali, lalu seorang penumpang di bagian kelas bisnis dan manajer, ikut membantu.

Loading...

Walters dikawal keluar dari pesawat oleh awak darat.

Kedua wanita itu bersaksi, Walters mabuk. Nona Norton mengatakan, Walters menjatuhkan sepasang headphone, ketika dia masuk ke pesawat. Dia terhuyung ketika mencoba mengambilnya.

Penasehat pertahanan Walters berpendapat, Dwyer tidak memiliki otoritas untuk menyentuh telepon kliennya, karena mengambil video tidak mengganggu penerbangan.

"Dia gagal mematuhi awak kabin," katanya, menambahkan insiden itu menyebabkan penundaan tiga setengah jam.

Loading...
Loading...