Sabtu, 01 Desember 2018 22:32 WITA

Foto Berlatar Helikopter Militer, Remaja Asal Inggris Diciduk Aparat Mesir

Editor: Andi Chaerul Fadli
Foto Berlatar Helikopter Militer, Remaja Asal Inggris Diciduk Aparat Mesir
Handout via keluarga. dikutip dari Al Jazeera

RAKYATKU.COM - Pihak berwenang Mesir telah menangkap seorang turis Inggris berusia 19 tahun melalui sebuah video ponsel yang menunjukkan sebuah helikopter militer di latar belakang, menurut keluarganya.

Penangkapan Muhammed Fathi Abulkasem terjadi tak lama setelah ia tiba di kota pantai Mesir di Alexandria pada 21 November, sepupunya Shareen Nawaz mengatakan kepada kantor berita Associated Press, Jumat kemarin.

Abulkasem, seorang siswa A-level dari Manchester di Inggris, sedang melakukan perjalanan ke Alexandria dari negara tetangga Libya, di mana dia baru saja pindah dengan keluarganya untuk menghabiskan waktu bersama neneknya yang sakit, menurut  Middle East Eye, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (1/12/2018).

Warga negara Inggris Libia itu sebelumnya tinggal di Mesir selama empat tahun dan kembali mengunjungi teman-teman sebelum dia mulai masuk universitas tahun depan, situs web itu melaporkan.

Kementerian Luar Negeri Mesir tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Departemen Luar Negeri Inggris menegaskan penangkapan seorang warga Inggris di Alexandria tidak rumit.

Nawaz, sepupunya, mengatakan kepada AP bahwa keluarga Abulkasem tidak mendengar kabar darinya sampai 12 jam setelah penangkapannya. 

"Dia pada dasarnya mengatakan kepada kami bahwa dia ditahan karena dicurigai mengumpulkan informasi melawan militer," katanya. 

Dia memfilmkan video ketika penerbangannya mendarat, menangkap sebuah helikopter militer yang terbang, tambahnya.

Berbicara dari Manchester, Nawaz mengatakan kepada AP bahwa pihak berwenang memeriksa telepon sepupunya di bandara setelah diperingatkan oleh staf hotelnya bahwa pemesanannya tampak "mencurigakan," tanpa merinci lebih lanjut.

loading...

Menurut Nawaz, Abulkasem menghadapi pengadilan tiga kali selama seminggu terakhir, dan seorang pengacara ditugaskan untuk menangani kasusnya tetapi kemudian berhenti.

Mengambil foto atau rekaman yang tidak sah dari atau dekat fasilitas militer, peralatan atau personel dilarang keras di Mesir.

"Kami semua memiliki salah satu video pendaratan di telepon kami," kata Nawaz. "Mereka seharusnya tidak memiliki helikopter militer di ruang publik jika ini yang akan terjadi."

Ibunya, Imaan Rafiq, membenarkan penangkapannya di sebuah posting Facebook.

"Setiap klaim yang mereka miliki padanya benar-benar sia-sia. Dia tidak meninggalkan pekarangan bandara," kata Rafiq kepada Middle East Eye pada hari Kamis.

"Mereka sama sekali tidak ada padanya."

Keluarga telah memulai petisi yang menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk membebaskannya.

Pekan lalu, akademisi Inggris Matthew Hedges, yang dipenjara seumur hidup di Uni Emirat Arab dengan tuduhan spionase, diampuni oleh presiden Emirat dan diizinkan untuk pergi ke Inggris. 

Tags
Loading...
Loading...