Sabtu, 01 Desember 2018 15:07 WITA

P3A-KPI Jeneponto: Menikahkan Anak Berarti Merenggut Masa Bahagia Mereka

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
P3A-KPI Jeneponto: Menikahkan Anak Berarti Merenggut Masa Bahagia Mereka
Sejumlah aktivis mengampanyekan anti pernikahan anak di Jeneponto, Sabtu (1/12/2018).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Upaya menyelamatkan anak dari tindakan perkawinan terus dilakukan. Salah satunya melalui momentum perayaan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) di Jeneponto, Sabtu (1/12/2018).

Kampanye cegah perkawinan anak ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jeneponto, Kohati, Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Forum Anak, LSM Pattiro Jeka, Gugah Nurani Indonesia (GNI), KNPI, hingga BKPRMI. 

Aksi tersebut berlangsung di depan taman lalu lintas Jalan Sultan Hasanuddin. Koalisi memasang spanduk ajakan mencegah perkawinan anak di bawah umur yang dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dan orasi masing-masing pimpinan instansi, pimpinan organisasi, di hadapan peserta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto Juniati mengatakan, semua elemen masyarakat harus bersatu dalam mencegah perkawinan anak usia dini karenanya seluruh hak-hak anak harus dilindungi dan dipenuhi agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

"Dukungan masyarakat dan pemerintah untuk memberikan rasa aman untuk terus belajar dan bermain bagi anak-anak kita tidak dihantui perkawinan anak yang masih di bawah umur," kata Juniati. 

Loading...

Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jeneponto Ramlawati Alex menambahkan bahwa perkawinan anak di bawah umur itu merintangi kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.

"Perkawinan anak merenggut masa bahagia anak untuk bermain, belajar, dan berkreasi. Perkawinan anak di bawah umur merintangi terwujudnya ketahanan negara," ucap Alex. 

Senada yang dikatakan Ketua Karang Taruna Jeneponto Bahtiar. Dia mendukung pencegahan perkawinan anak di bawah umur karena menikahkannya sama dengan menghancurkan masa depan anak yang seharusnya belajar dan bermain.

"Semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah harus memang bersama-sama melakukan kampanye cegah perkawinan di bawah umur dan memberikan kepastian hukum bagi anak untuk mendapatkan perlindungan, agar anak dapat terus belajar dan bermain," tandasnya.

Loading...
Loading...