Jumat, 30 November 2018 04:30 WITA

Inovasi Layanan Haji dan Umrah, Arab Saudi Undang Pihak Asing

Editor: Adil Patawai Anar
Inovasi Layanan Haji dan Umrah, Arab Saudi Undang Pihak Asing

RAKYATKU.COM - Peran pengembang kewirausahaan dan perusahaan yang muncul di ekonomi regional dan sektor haji umrah menjadi pembahasan dalam "Forum Saudi untuk Perusahaan Berkembang". Acara tersebut diselenggarakan di Ritz-Carlton Jeddah.

Dilansir di Arab News pada Rabu (28/11), acara tersebut diinisiasi Otoritas Perusahaan Kecil dan Menengah (Monsha'at) bertema “Perusahaan yang sedang berkembang dan peran mereka dalam ekonomi regional. Model perusahaan wirausaha yang bermunculan di sektor haji dan umrah.”

Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Salih Bentin berharap berbagai fasilitas moderen yang dikembangkan, dapat membantu jamaah menyelesaikan ritual haji dan umrah mereka lebih mudah. Pun kualitas layanan yang ditawarkan patut dicontoh.

Bentin mengatakan, tidak akan ada rasa puas dalam memastikan standar tertinggi di bidang terkait lainnya. “Pengayaan pengalaman haji dan umrah, tujuan penting yang kami upayakan untuk dicapai melalui upaya unik para wirausahawan," kata Bentin.

Dia mengatakan pemerintah Saudi menunggu berbagai ide dan saran dari para pengusaha tesebut.

Gubernur Monsha'at, Saleh Al-Rasheed, menjelaskan otoritasnya berperan menciptakan lingkungan yang cocok untuk berwirausaha. 

“Kami bekerja dengan (pengusaha) bergandengan tangan dan berharap proyek-proyek yang muncul memiliki ide-ide khas dalam pelayanan jamaah,” ujar dia.

Menurut Al-Rasheed, pasar akan menjadi hakim untuk kesuksesan suatu ide dan proyek. Monsha'at mendukung dan melindungi wirausahawan selama proses tersebut.

Wali Kota Makkah Mohammad Al-Quwahess mengatakan, tujuan acara tersebut adalalah merangkul teknologi dan mengubah Makkah menjadi kota pintar. “Penting untuk berpikir di luar kotak ketika merencanakan dan menyelenggarakan musim haji,” kata Al-Quwahess.

Wakil Direktur Elm Information Security, Amer Al-Qahtani menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang memelihara ide dan mengatasi tantangan yang berkaitan dengan sektor haji dan umrah. Tujuannya, membangun dan mengembangkan solusi teknis.

Wakil Menteri untuk Iindustri Teknologi dan Kapasitas Digital, Ahmed Al-Thenayan segera mengumumkan kerja sama dengan Monsha'at. Hal itu untuk mendukung dan mengembangkan sektor haji.

CEO Badir Program, Nawaf Al-Sahaf beranggapan non-Saudi harus diberi kesempatan berpartisipasi dalam program haji dan umrah. Sebab, mereka mampu menawarkan perspektif yang berbeda. Badir Program adalah sebuah organisasi yang membantu untuk mendukung dan mengembangkan ide bisnis berbasis teknologi.

Sumber: Republika