Jumat, 15 Juli 2016 13:37 WITA

Gelar Halal Bihalal, Gerakan Relawan SejatiNA Sarat Muatan Politik

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Vkar Sammana
Gelar Halal Bihalal, Gerakan Relawan SejatiNA Sarat Muatan Politik
Salam Komando Nurdin Abdullah dan Tanribali Lamo. Relawan pemenangan Nurdin Abdullah memperkenalkan tagline NuraniTa untuk pasangan ini beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Halal Bi Halal yang digagas oleh Relawan SejatiNA, sebagai bentuk silaturrahmi dengan Nurdin Abdullah dianggap sebagai gerakan politik. Pengamat Politik UIN Alauddin, Firdaus Muhammad menyebut, gerakan ini sebagai fenomena baru dalam perpolitikan di Sulsel.

"Ini bagian dari sosialisasi dan sudah mengarah ke gerakan politik yang sesungguhnya. Karena seandainya ini kegiatan yang merupakan rangkaian dari halal bi halal setelah Ramadan, harusnya di Bantaeng untuk kepentingan pak Nurdin," ujarnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (15/7/2016).

Apalagi, lanjut Firdaus, dengan hadirnya Tanribali Lamo yang selama ini disebut-disebut akan berpaket dengan Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel, semakin menguatkan indikasi tersebut. Baginya, event ini tidak lebih dari sekadar panggung buat menyosialisasikan figur dalam menyongsong Pilkada 2018 mendatang.

Hanya saja, katanya, yang menarik dalam kegiatan ini yakni, munculnya gerakan politik tanpa melibatkan tokoh politik. Biasanya, imbuh Firdaus, gerakan politik selalu dimobilisasi oleh tokoh politik. "Tapi sejauh pengamatan saya tidak ada," katanya.

Apalagi, tambah Firdaus, munculnya atribut yang menyandingkan foto Nurdin-Tanri secara terang-terangan, mengerucutkan wacana yang beredar selama ini.

loading...

"Dalam perspektif komunikasi politik, wacana ini tidak dapat dihindari lagi. Apalagi kan, ini bukan acara Bantaeng, tapi Prof Nurdin For Sulsel. Selama ini juga, dua periode Pak Nurdin jadi Bupati, baru kali ini ada kegiatan besar di Makassar," ucapnya.

Sementara, Sekretaris Relawan SejatiNA, Sukardi AR membantah hal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini murni sebagai bentuk silaturrahmi yang telah digagas sejak Ramadan kemarin.

"Kita buat di Makassar karena yang buat ini koordinator relawan Sulsel. Apalagi, isi acaranya juga tidak deklarasi. Seperti halal bi halal biasanya, ada pengajian, tausyiah dan silaturrahmi seperti biasanya," bantahnya.
 

Loading...
Loading...