Rabu, 28 November 2018 12:32 WITA

Menlu Turki Beber Detik-detik Mengerikan Usai Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Editor: Mays
Menlu Turki Beber Detik-detik Mengerikan Usai Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz

RAKYATKU.COM, ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, para pembunuh telah memutilasi Jamal Khashoggi hanya dalam waktu tujuh menit. 

Mereka menyalakan musik dan menunjukkan minat dalam tindakan barbar. Demikian dilansir dari kantor berita Jerman Suddeutsche Zeitung, Rabu (28/11/2018).

Mevlut Cavusoglu mengatakan, dia secara pribadi mendengarkan rekaman peristiwa mengerikan itu, ketika jurnalis Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di konsulat Saudi di Istanbul, pada 2 Oktober.

"Aku mendengarnya. Dia terbunuh dalam 7 menit. Itu adalah pembunuhan yang disengaja," kata Cavusoglu kepada kantor berita Jerman Suddeutsche Zeitung.

Dia mengatakan, dia telah mendengar seorang dokter langsung dan mengatakan kepada para pembunuh untuk mendengarkan musik, ketika mereka memutilasi Khashoggi. Salah satu dari mereka mengatakan, bahwa dia menyukainya. "Itu menjijikkan," kata Cavusoglu.

Sebelumnya, media Turki mengungkapkan rincian berdarah tentang pembunuhan Khashoggi. Bahkan mempercayai para pembunuh sambil mendengarkan musik, berteriak pada Khashoggi ketika ia dicincang saat masih hidup.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS telah menerima rekaman dari Turki tetapi dia tidak ingin mendengar karena takut. 

loading...

Pada 27 November, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton juga menolak untuk mendengar bukti rekaman.

Wartawan Saudi Khashoggi berangkat ke Amerika Serikat pada 2017, karena takut akan balas dendam Pangeran Mohammed, karena seringnya mengkritik pemerintah. Dia hilang di konsulat Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober, saat sedang mengurus dokumen pernikahan. 

Setelah beberapa hari penyangkalan, Arab Saudi mengakui wartawan itu tewas di kedutaan, tetapi mengklaim bahwa pemerintah tidak terlibat. 

Arab Saudi telah menangkap lima pejabat senior dan lebih dari 10 lainnya karena diduga membunuh Khashoggi.

Sementara itu, Central Intelligence Agency (CIA) menyimpulkan dengan keyakinan tinggi, bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman secara langsung memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Loading...
Loading...