Selasa, 27 November 2018 20:51 WITA

Jaksa Argentina Pertimbangkan untuk Tuntut Putra Mahkota Saudi

Editor: Suriawati
Jaksa Argentina Pertimbangkan untuk Tuntut Putra Mahkota Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman

RAKYATKU.COM - Jaksa Argentina sedang mempertimbangkan untuk menuntut Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman (MBS) dengan kejahatan perang dan penyiksaan, jika dia terbang ke Buenos Aires untuk KTT G20 minggu ini.

Langkah itu muncul setelah kelompok advokasi Human Rights Watch (HRW) menulis surat kepada jaksa federal.

Pesannya menyatakan bahwa pengadilan Argentina harus melihat undang-undang yurisdiksi universal dalam hukum Argentina, untuk menuntut MBS atas korban sipil massal di Yaman dan penyiksaan warga Saudi, termasuk Jamal Khashoggi.

Surat HRW diterima di pengadilan hakim federal Ariel Lijo, yang diteruskan ke jaksa federal Ramiro Gonzalez. 

Sekarang, jaksa harus memutuskan apakah prinsip yurisdiksi universal, yang diabadikan dalam konstitusi Argentina, berlaku dalam kasus MBS.

Namun sumber pengadilan mengatakan bahwa kemungkinan itu akan terjadi "sangat sulit". Alasannya adalah pembunuhan Khashoggi mungkin tidak memenuhi syarat sebagai "kejahatan terhadap hak asasi manusia."

Loading...

Sementara itu sumber dari kantor Presiden Mauricio Macri menolak berkomentar mengenai permintaan penangkapan MBS jika dia mendarat di tanah Argentina. 

“Kami tidak bisa membuat komentar tentang itu. Yang bisa kami katakan adalah bahwa kehadiran Mohammed bin Salman tetap dikonfirmasi, kami belum menerima informasi yang bertentangan sejauh ini,” kata sumber itu kepada the Guardian.

Sejak Maret 2015, koalisi pimpinan Saudi telah melakukan sejumlah serangan udara di Yaman, yang mengenai rumah, sekolah, rumah sakit, pasar, dan masjid serta menewaskan korban sipil.

“Banyak dari serangan ini mengindikasikan kemungkinan kejahatan perang. Koalisi juga telah memberlakukan dan mempertahankan blokade laut dan udara di Yaman yang sangat membatasi aliran makanan, bahan bakar, dan obat-obatan kepada warga sipil. Jutaan warga sipil menghadapi kelaparan dan penyakit,” demikian kata HRW.

Loading...
Loading...