Senin, 26 November 2018 16:11 WITA

Direktur PDAM Jeneponto Ditahan, Begini Kelanjutan Kasusnya

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Direktur PDAM Jeneponto Ditahan, Begini Kelanjutan Kasusnya
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Jeneponto, Saut Mulatua.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Kasus PDAM Jeneponto masih terus berjalan dalam tahap pemberkasan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto setelah Amri Mahadi ditetapkan sebagai tersangka. 

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Jeneponto, Saut Mulatua mengatakan Amri Mahadi setelah ditetapkan sebagai tersangka ditahan di Rutan Klas II B Jeneponto.

"Amri adalah tahanan penyidik Kejaksaan Negeri Jeneponto selama 20 hari dan nanti akan diperpanjang lagi selama 40 hari oleh penuntut umum," kata Saut. 

Kasus dugaan korupsi tersebut masih dalam tahap pemberkasan dan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara yang akan dikirim ke penuntut umum. 

"Ini akan diteliti berkas perkaranya, apakah sudah memenuhi syarat formil atau materiil perkaranya. Kalau sudah lengkap P21, akan dilanjutkan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum," ucapnya. 

Selanjutnya penuntut umum melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor di Makassar untuk disidangkan. 

Loading...

Sebelumnya diberitakan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jeneponto ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Jeneponto, Senin (19/11/2018).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jeneponto Nasran yang didampingi Kasi Pidsus Saut Mulatua mengatakan mantan Direktur PDAM Jeneponto Amri, setelah dilakukan pemeriksaan beberapa jam langsung ditahan.

"Tersangka diduga korupsi. Amri kita tahan di Rutan Jeneponto, ini setelah dilakukan pemeriksaan berkali-kali. Kalau ingin diperiksa selalu beralasan sakit. Tersangka datang memenuhi panggilan," kata Nasran. 

Selanjutnya, kata Nasran, kerugian negara sekitar 900 juta rupiah. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan BPKP. "Tersangka ini kita titip di Rutan Jeneponto. Ini kan masih ada lagi pemeriksaan selanjutnya," tambahnya.


 

Loading...
Loading...