Minggu, 25 November 2018 16:12 WITA

Solusi Perubahan Iklim, Ilmuwan: Semprot Bahan Kimia ke Atmosfer Bumi!

Editor: Suriawati
Solusi Perubahan Iklim, Ilmuwan: Semprot Bahan Kimia ke Atmosfer Bumi!
INT

RAKYATKU.COM - Para ilmuwan mengusulkan cara yang cerdik untuk mengatasi perubahan iklim, yaitu menyemprotkan bahan kimia peredupan matahari ke atmosfer Bumi.

Ilmuwan dari Harvard dan Universitas Yale mengusulkan untuk menggunakan teknik yang dikenal sebagai injeksi aerosol stratosfir. Mereka mengklaim bahwa itu bisa mengurangi laju pemanasan global hingga setengahnya.

Teknik ini akan melibatkan penyemprotan partikel sulfat dalam jumlah besar ke stratosfer bawah Bumi pada ketinggian setinggi 12 mil.

Para ilmuwan mengusulkan pengiriman sulfat dengan pesawat terbang yang dirancang khusus, balon atau senjata angkatan laut besar.

Meskipun teknologi yang disebutkan belum tersedia, tapi para peneliti mengatakan bahwa "mengembangkan tanker baru, yang dibuat dengan tujuan dengan kemampuan muatan yang besar tidak akan sulit secara teknologi dan tidak terlalu mahal."

Mereka memperkirakan biaya total untuk meluncurkan sistem hipotetis dalam waktu 15 tahun sekitar $3,5 miliar. Sementara biaya menjalankan program sekitar $2,25 miliar per tahun selama periode 15 tahun.

Loading...

Namun, laporan tersebut mengakui bahwa teknik ini murni hipotetis. Para peneliti juga mengakui potensi risiko, seperti koordinasi antara beberapa negara. Selain itu teknik injeksi aerosol stratosfir dapat membahayakan hasil panen, menyebabkan kekeringan atau menyebabkan cuaca ekstrim.

Saran mereka juga tidak membahas masalah meningkatnya emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab utama pemanasan global.

Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Sayangnya para ahli lainnya skeptis atas saran ini. "Dari sudut pandang ekonomi iklim, manajemen radiasi matahari masih merupakan solusi yang jauh lebih buruk daripada emisi gas rumah kaca: lebih mahal dan jauh lebih berisiko dalam jangka panjang," kata Philippe Thalmann dari Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, seorang ahli dalam ekonomi perubahan iklim.

Loading...
Loading...